Blogroll

SELAMAT DATANG DI BLOG BIMBINGAN KONSELING ONLINE SMK PLUS QURROTA AYUN - See more at: http://www.seoterpadu.com/2013/07/cara-membuat-tulisan-berjalan-marquee.html#sthash.UeskRGAb.dpuf
SELAMAT DATANG DI BLOG BIMBINGAN KONSELING ONLINE SMK PLUS QURROTA AYUN - See more at: http://www.seoterpadu.com/2013/07/cara-membuat-tulisan-berjalan-marquee.html#sthash.UeskRGAb.dpuf

Minggu, 04 Maret 2012

Minat Baca

Selanjutnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan International Educational Achievement (IEA) tahun 2000, kemampuan membaca siswa SD Indonesia berada pada urutan ke-38 dari 39 negara yang diteliti atau terendah di ASEAN (Republika, 24/03/03). Selanjutnya, survei The Political and Economic Risk Country (PERC), sebuah lembaga konsultan di Singapura, pada akhir 2001 menempatkan Indonesia di urutan ke-12 dari 12 negara di Asia yang diteliti mengenai minat baca.

Kondisi literer merupakan sebuah proses yang komprehensif dimana untuk mewujudkan kondisi ideal ini harus terjadi sinergitas antara masyarakat, pasar, media dan pemerintah. Generasi literer merupakan syarat mutlak sebagai momentum kebangkitan dari keterpurukan, kemiskinan dan kebodohan yang membelenggu selama ini. Menciptakan generasi literer berarti membangun jembatan untuk membentuk sebuah generasi kritis serta peduli dengan masalah-masalah sosial. Hal inilah yang belum dilakukan oleh bangsa ini. Tidak mengherankan pendidikan di Indonesia serta peningkatan kualitas bangsa melangkah tertatih-tertatih.

Permasalahan Minat Baca

Menurut data Education for All (EFA) Global Monitoring Report tahun 2005, Indonesia adalah negara ke-8 dengan populasi buta huruf terbesar di dunia, yakni sekitar 18,4 juta orang buta huruf di Indonesia. Jelas temuan ini harus diantisipasi sejak dini oleh segenap elemen bangsa. Bukan tidak mungkin buta aksara adalah fenomena gunung es. Yang terpantau hanya sebagian dari penduduk. Masih banyak penduduk terutama penduduk pedalaman, yang belum melek aksara. Bagaimana mungkin bisa membangun kesadaran kritis jika membaca saja tidak mampu ?

Primanto Nugroho pernah melakukan penelitian kualitatif mengenai minat baca. Hasil penelitian yang berjudul Memotret Misteri Minat Baca di Masyarakat ini dipresentasikan pada diskusi di Pusat Studi Asia Pasifik UGM pada 11 Februari 2000. Berdasarkan hasil riset ini, perkara minat baca bukanlah persoalan kalkulasi tinggi rendah. Minat baca merupakan kondisi yang variatif sesuai dengan lokalitas di tiap elemen penyusun gerak masyarakat. Variasi dan kebutuhan akan informasilah yang menentukan keberhasilan suatu bacaan. Menurut Primanto, minat baca masyarakat sangat tergantung sampai sejauh mana masyarakat menganggap urgensi sebuah informasi. Artinya, persepsi oranglah yang menentukan kualitas minat baca. Jika suatu informasi dianggap tidak penting maka masyarakat tidak akan berminat membacanya. Begitu juga sebaliknya. Sehingga, sehebat apapun gerakan populis yang dicanangkan pemerintah, entah itu kampanye gemar baca, perpustakaan keliling, subsidi buku, hibah buku, buku murah, deregulasi penerbitan buku dan sebagainya tanpa ada penyadaran pentingnya sebuah informasi, minat baca masyarakat akan tetap jongkok.

Namun jika dicermati lebih jauh, minat baca masyarakat perkotaan tidaklah seburuk yang dibicarakan orang. Hanya saja, minat baca itu tidak diimbangi dengan daya beli sehingga mengesankan budaya baca masyarakat, termasuk kaum urban, masih rendah. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Kompas di 10 kota besar di Indonesia, hampir dua pertiga responden mempunyai kebiasaan membaca, minimal seminggu sekali. Menggembirakannya lagi, hampir seperempat responden menyatakan punya kebiasaan membaca setiap hari. Sayangnya, tingginya minat baca yang terekam dari hasil jajak pendapat ini tidak dibarengi dengan tingkat konsumsi buku. Persentase responden untuk membeli buku ternyata tidak setinggi minat bacanya. Sebagian besar responden menyatakan hanya membeli satu dua buku setiap bulannya. Dapat disimpulkan, rendahnya daya beli ini linear dengan tingkat perekonomian dan budaya masyarakat kita. Tuntutan ekonomi dan biaya hidup yang makin tinggi bisa jadi implikasi logis dari rendahnya daya beli masyarakat ini. Apalagi kultur masyarakat kita lebih didominasi oleh budaya lisan ketimbang budaya baca.

Budaya lisan (oral society) sudah begitu mendarah daging di hampir setiap stratifikasi sosial. Proses transfer budaya lebih banyak dilakukan lewat ke mulut. Mendongeng bisa menjadi salah satu contoh. Oral society ini semakin menguat dengan hadirnya media radio dan televisi. Jelas, dengan kondisi ini menciptakan budaya literer secara ajeg akan makin sulit terwujud. Terjadi lompatan fase dimana fase bercerita (praliterer) tidak diselingi dengan fase membaca (literer) tetapi langsung melompat ke budaya menonton (paskaliterer). Tidak heran, masyarakat kita, anak-anak termasuk orang tua, merasa asing dengan buku. Mereka tentu lebih hafal nama-nama artis sinetron dan penyanyi di televisi daripada nama penulis buku. Ditambah lagi, pada dasarnya daya serap melalui pendengaran (auditif) lebih tinggi daripada daya baca.

Selain itu, faktor lain yang menghambat interaksi manusia dengan buku adalah waktu kunjungan perpustakaan. Hampir seluruh perpustakaan, termasuk perpustakaan non-sekolah, waktu kunjungannya bersamaan dengan jam kerja. Jarang sekali ada perpustakaan yang buka sampai malam hari. Padahal, pengunjung perpustakaan selama ini didominasi oleh pelajar, mahasiswa atau dosen. Akibatnya, tidak ada sinkronisasi antara jam sekolah atau kuliah dengan waktu kunjungan. Mahasiswa dan pelajar hanya punya waktu berkunjung ketika hari libur. Pola ini menjadikan ke perpustakaan bukanlah kegiatan prioritas tetapi lebih pada kegiatan untuk mengisi waktu libur. Jika kebiasaan ini terakumulasi, iklim akademik yang ideal untuk menghasilkan pemikir-pemikir kritis akan jauh dari harapan. Seyogyanya, perpustakaan menjadi rumah akademik kedua setelah sekolah atau kampus.

Permasalahan minat baca tidaklah persoalan tunggal. Kenyataan diatas hanyalah sebagian kecil dari permasalahan global yang ada. Jika ditambah dengan minimnya akses serta citra perpustakaan yang konservatif dan konvensional, maka membangun budaya literer bukanlah persoalan gampang. Selama ini, perpustakaan lekat dengan citra gedung tua, kusam, rak-rak penuh buku usang, dan pelayanan menyebalkan. Jika Image yang terkonstruksi sudah tidak baik, perpustakaan tak ubahnya seperti museum tua yang semakin sepi peminat. Perpustakaan belum menjadi tempat bersahabat untuk remaja yang lahir di tengah himpitan modernisasi.

Revolusi Perpustakaan

Perpustakaan merupakan salah satu kunci untuk membangun kesadaran literer, disamping lembaga pendidikan formal tentunya. Sayang, dari beberapa kali kunjungan ke Perpustakaan Daerah, susah sekali menemukan buku baru yang sangat berkualitas. Bahkan buku-buku usang berkualitas pun jumlahnya sangat minim. Meskipun secara kuantitas jumlahnya tidak bisa dikatakan sedikit tetapi dari segi pembaharuan bisa dikatakan tidak berjalan sama sekali. Padahal kita tahu perkembangan dan peredaran buku-buku baru selalu bertambah dan bervariatif dari segi content-nya. Artinya semakin banyak buku yang beredar tentu semakin banyak pula khasanah pengetahuan dan informasinya. Meskipun meyedot anggaran yang tinggi, karena harga buku juga mahal, pengadaan buku baru adalah hal utama yang harus dilakukan.

Tidak hanya dalam pengadaan buku-buku baru, pengelola perpustakaan juga bisa melakukan terobosan revolusioner dengan menyediakan peralatan digital audio-visual. Bioskop mini misalnya. Langkah ini sudah dilakukan oleh Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Semarang. Setiap pengunjung bisa dimanjakan dengan layanan audio-visual mengenai berbagai ilmu pengetahuan dan fenomena alam, antara lain tsunami, keajaiban alam, gunung berapi, gempa bumi, ruang angkasa, dan sejarah Kota Semarang. (Kompas Jawa Tengah, 19/05/07).

Menurut Kepala Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Semarang Bimbong Yogatama, perpustakaan tidak lagi sebagai gudang buku yang terpajang rapi menurut golongan buku atau jenis-jenis buku, tetapi lebih sebagai gudang informasi yang terus berkembang. Perkembangan yang dilakukan tidak hanya sebatas dengan penambahan koleksi buku tetapi juga menghadirkan teknologi terbaru. Selain memperbaharui koleksi film, Perpustakaan Daerah Kota Semarang juga menyediakan permainan komputer interaktif bernuansa pendidikan.

Hal yang senada juga dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI. Selain menggunakan sistem tertutup, dimana masyarakat hanya boleh membaca di tempat atau memfoto copy buku yang dibutuhkan, kini Perpustakaan Nasional juga menggunakan sistem terbuka (Kompas, 26/05/07). Selain itu, Perpustakaan Nasional juga menghadirkan mobil perpustakaan elektronik keliling serta ruang multimedia. Menyediakan layanan perpustakaan kelilling juga sudah dilakukan oleh Perpustakaan Kota Surabaya serta Perpustakaan dan Arsip Daerah Semarang. Disamping untuk memperkenalkan eksistensi perpustakaan, mobil perpustakaan keliling juga bisa menjadi media kampanye untuk penyadaran minat baca.

Terobosan lain yang bisa dihadirkan oleh pengelola perpustakaan adalah menyediakan digital library, hot spot atau layanan internet kepada pengunjungnya. Gebrakan ini sudah dilakukan oleh praktisi perbukuan yang berkolaborasi dengan pemerintah dengan mengelola perpustakaan yang berlayanan E-Mail : Library@Senayan.com dengan alamat yang bertempat di gedung Departemen Pendidikan Nasional Jl. Jendral Sudirman, Jakarta. Perpustakaan ini memberi layanan lengkap, mulai dari buku-buku berbahasa asing dan peminjaman materi audio visual. Kemajuan teknologi tidak boleh ditanggapi dengan acuh oleh pengelola perpustakaan tetapi harus diimbangi dengan kreativitas. Dengan begitu pengunjung tinggal membawa laptop dan bisa mengerjakan tugas di perpustakaan. Di beberapa pusat perbelanjaan kehadiran hot spot mendapat sambutan yang cukup antusias oleh masyarakat.

Apresiasi tinggi juga layak disematkan kepada jaringan perpustakaan pemerintah DKI Jakarta. Perpustakaan Umum Daerah Soemantri Bojonegoro di bilangan Kuningan Jakarta melayani masyarakat sampai jam delapan malam. Tentunya, hal ini menjadi langkah positif karena masyarakat akan punya waktu yang relatif nyaman untuk pergi ke perpusakaan. Hebatnya lagi, mereka melayani masyarakat setiap hari tanpa mengenal hari libur. Kelihatannya, perpustakaan daerah lain harus mengikuti gebrakan ini.

Langkah lain yang bisa diambil oleh pengelola perpustakaan adalah mengadakan talk show dan bedah buku untuk momentum tertentu. Tema yang diangkat tentunya tidak jauh dengan minat baca. Untuk menarik minat pengunjung, perpustakaan bisa mengundang tokoh atau artis yang peduli dengan minat baca, misalnya Tantowi Yahya atau Katon Bagaskara, Duta Baca Nasional. Sedangkan bedah buku bisa dilakukan secara continue mengingat kegiatan ini tidak membutuhkan biaya yang begitu besar. Buku-buku baru dengan topik yang lagi hot bisa dijadikan tema.

Sedikit banyak, kegiatan ini akan mengundang animo masyarakat untuk datang ke perpustakaan. Apalagi jika acara ini dilakukan secara berkesinambungan. Masyarakat akan benar merasakan kehadiran perpustakaan secara nyata. Kegiatan ini juga bisa mengubah citra perpustakaan yang sudah sedemikian mengakar di masyarakat. Bahwa perpustakaan bukanlah tempat yang menyeramkan tetapi menyenangkan yang tidak kalah dengan pusat perbelanjaan. Pengelola perpustakaan bisa bekerja sama dengan penerbit buku untuk mengadakan acara seperti ini. Diakhir acara bisa dilakukan kuis atau door prize dengan memberikan buku sebagai hadiahnya. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah diskusi-diskusi dengan tema-tema menarik. Tentunya, pengelola harus memperhatikan segmen yang ingin disasar. Apakah anak-anak, remaja, mahasiswa atau kaum akademisi sudah mampu untuk meningkatkan minat baca ?

Persoalan lain yang tidak kalah pentingnya, apakah selama ini perpustakaan, baik itu perpustakaan sekolah atau perpustakaan umum, mampu menjawab kebutuhan buku pengunjungnya ? Frank dalam buku Orangtua, Anak, dan Buku menulis, anak-anak umumnya lebih senang membaca buku yang membuatnya bahagia (Josette Frank, 1984). Untuk itu, untuk menumbuh kembangkan minat baca pada anak-anak, pengelola perpustakaan harus tahu buku apa yang paling diinginkan pengunjungnya. Menumbuhkan minat baca sejak dini adalah membuat anak-anak nyaman dengan huruf dan tulisan. Pengelola perpustakaan hendaknya menyediakan buku yang diminati atau sesuai dengan perkembangan anak-anak dan remaja, asal isinya mendidik. Jika langkah ini sudah tidak dilakukan sejak dini, kita tidak mungkin memaksa seseorang membaca buku ketika dewasa kelak.

Harus disadari benar bahwa perpustakaan adalah media untuk menciptakan dan meningkatkan minat baca, disamping tentunya menumbuhkan apresiasi budaya, seni dan prestasi. Sehingga tidak mungkin pustakawan bisa bekerja sendiri untuk mencapai cita-cita. Harus ada sinergi dengan pemerintah, swasta (penerbit) maupun media massa. Dengan penerbit, perpustakaan bisa mengadakan kerja sama dengan menghadirkan buku-buku terbaru dengan kompensasi berupa pemasangan iklan di sekitar perpustakaan. Sedangkan media massa bisa mengkampanyekan gerakan gemar baca secara intensif mengingat televisi, radio dan koran atau majalah merupakan media yang cukup persuasif.

Meskipun iklan layanan masyarakat mengenai minat baca sudah dikampanyekan secara massif toh minat baca masyarakat belum menunjukkan kemajuan signifikan. Harus ada terobosan lain yang dilakukan pemerintah. Misalnya, menggiatkan lomba-lomba berbasis literasi lomba seperti lomba meresensi buku, menulis artikel atau esai, menulis karya tulis mendongeng, dan membaca cepat untuk anak SD. Untuk teknis pelaksanaan pemerintah bisa bekerja sama dengan perpustakaan di daerah-daerah. Kehadiran lomba ini, dengan hadiah yang menarik paling tidak bisa sedikit ‘memaksa’ masyarakat untuk membaca. Namun, mesti diingat panitia wajib mengklasifikasikan berdasarkan usia atau pekerjaan. Misalnya pelajar harus dibedakan dengan mahasiswa dan umum. Harus ada juga kualifikasi tema yang berbeda untuk setiap kategori.

Pemerintah juga wajib untuk mengalokasikan dana khusus untuk pembelian buku-buku baru. Dana yang bisa ditarik dari masyarakat paling hanya dari biaya pendaftaran atau perpanjangan kartu, itupun jumlahnya tidak seberapa. Langkah ini mutlak harus dilaksanakan mengingat salah satu penyebab minimnya antusiasme untuk datang ke perpustakaan adalah minimnya koleksi buku baru yang bisa dibaca. Untuk menjadi generasi yang cerdas memang membutuhkan dana yang cukup besar, tapi komitmen pemerintah untuk membiaya perpustakaan juga menarik untuk ditunggu. Pemerintah tidak boleh terpaku hanya untuk pada pengadaan buku paket tetapi juga pengadaan buku-buku ilmiah populer. Buku-buku jenis ini pastinya akan lebih diminati oleh anak-anak jika dibandingkan dengan buku-buku pelajaran yang menggunakan bahasa kaku dan formal. Untuk menggugah keinginan anak-anak pemerintah juga bisa menggunakan Koran Mingguan Kerakyatan (KOMIK) sebagai media untuk menyampaikan informasi. Media visual tentunya akan lebih menarik dibandingkan dengan bukunya yang isinya tulisan melulu.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pendirian komunitas-komunitas buku atau buku bacaan yang bersifat nirlaba. Contohnya, Kedai Sinau (Malang), oasebaca (Semarang), Kombet (Bogor), Pasar Buku (Jakarta), Yayasan Alang-Alang Jakarta, Ibu Kembar dan Pendidikan Anak Miskin Jakarta serta Taman Bacaan milik artis Yessy Gusman. Kehadiran komunitas dan taman bacaan ini patut mendapat apresiasi positif dan dukungan dari semua pihak. Perpustakaan juga bisa menggagas terbentuknya komunitas buku seperti ini. Misalnya, dengan memberikan ruangan atau tempat khusus buat acara diskusi-diskusi terbatas. Ketersediaan ruangan untuk diskusi bisa menjadi penegas eksistensi dan ruang berekspresi komunitas seperti ini. Apalagi, pada umumnya komunitas ini punya rencana strategik jangka panjang sehingga eksistensi mereka wajib didukung terutama dari segi pendanaan.

Meskipun terengah-engah, semangat untuk menumbuh kembangkan minat baca masyarakat harus dijaga. Strategi-strategi revolusioner harus selalu dihadirkan agar persoalan minat baca, seperti yang dikatakan Fuad Hassan, sebagai ‘lagu lama’. Mochtar Lubis pernah menyatakan bahwa buku adalah senjata yang kukuh dan berdaya hebat untuk melakukan serangan maupun pertahanan terhadap perubahan sosial, termasuk perubahan dalam nilai-nilai manusia dan kemasyarakatan. Jika kesadaran literer ini tidak juga bisa digugah, kelihatannya kemiskinan dan kebodohan tidak akan beranjak dari bangsa ini.

Penulis: Harrys Pratama Teguh

FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH



I. Pendahuluan

Apabila kita memasuki suatu perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapih di rak buku,rak majalah, maupun rak-rak bahan pustaka lain.
Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan.
Pertanyaan yang timbul pada diri kita adala apakah setiap jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara sistematis boleh disebut perpustakaan? Atau dengan kata lain, apakah sebenarnya perpustakaan itu?
Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Anda dapat mempelajari beberapa pengertian perpustakaan seperti di bawah ini :
• Menurut kamus “ The Oxford English Dictionary”,kata “library” atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “ suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.
• Pengertian perpustakaan ini pada abad ke-19 berkembang menjadi “ suatu gedung,ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik,dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.
• Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan yang tinggi, bukan sekadar suatu gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
• Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “ pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan “.
• Dalam pengertiannya yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.

Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademka sekolah yang bersangkutan.

II. FUNGSI PERPUSTAKAAN

Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka. Bahan pustaka yang dimaksud merupakan hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.
Dalam pengertian perpustakaan yang mutakhir ini juga tersirat fungsi perpustakaan pada umunya, yaitu sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Namun secara khusus,setiap jenis perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing ,yang berbeda antara yang satu dan lainnya. Fungsi Perpustakaan Nasional RI berbeda dengan fungsi Perpustakaan Umum,fungsi Perpustakan Daerah berbeda dengan Perpustakaan Sekolah,fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi berbeda dengan fungsi Perpustakaan Khusus/Dinas. Karenanya berbeda-beda, maka masing-msing perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pula yang harus dicapai oleh masing-masing jenis perpustakaan.
Marilah sekarang kita tinjau satu-persatu fungsi-fungsi perpustakaan menurut jenisnya.

Perpustakaan Nasional RI, menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989,pasal 3 ,menyelenggarakan fungsi :
a.membantu Presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai pengmbangan,pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.
b. melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjadsama antara badan/lembaga termsuk perpustakaan didalam maupun diluar negeri
c. melaksanakan pembinaan atas semua ejnis perpustakaan di instansi/lembaga pemerintah maupun swasta yang ada dipusat ataupun didaerah
d. melaksanakan pengumpulan,penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam dan luar negeri
e. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan danpelestarian bahan pustaka
f. melaksanakan penyusunan naskah bibliografi nasional dan katalog induk nasional
g. malaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek,abstrak dan penyususnan perangkat lumak bibiliografi.
h. melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah
j. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden

1. Fungsi Perpustakaan Daerah

Disamping,Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organaisasi dilingkungan Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah , menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/Org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi :
a. mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perustakaan di daerah.
b. melaksanakan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah
c. melaksanakan pengeumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka
d. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka
e. melaksanakan penyususnan dan penerbitan bibliobgrafi daerah dan katalog induk daerah
f. melaksanakan penyususnan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek, abstrak dan direktori
g. melaksanakan jasa informasi dan rujukan (referensi)
h. melaksanakan kerja sama antar perpustakaan di daerah
i. melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah
j. melaksanakan urusan ketatausahaan

2. Fungsi Perpustakaan Umum dan Keliling

Perpustakaan Umum baik yang berada di Daerah Tingkat II (Ibukota Kabupaten/Kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 1988 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 1988, mempunyai fungsi :
a. menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi
b. memelihara danmelestarikan bahan pustaka dan informasi
c. mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informsi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat

Perpustakaan Keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada hakikatnya fungsi Perpustakaan Keliling sama dengan Perpustakaan Umum . Perpustakaan Keliling merupakan kepanjangan layanan Peprustakaan Umum.

3. Fungsi Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidiknan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai :
a. Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah
b. Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.
c. Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)
Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi pepustakaan bersangkutan.


III. ASPEK-ASPEK PEMBINAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

1. Aspek Status, Ogranisasi dan Manajemen

Sampai saar ini status beberap jenis perpustakaan ,seperti perpustakaan khusus,perpustakaan sekolah, perpustakaan perpguruan tinggi dan lain-lain, belum jelas, khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya, berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karena itu status beberapa jenis perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan Daerah (eselon II) dan Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).
Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga organisasi perpustkaan dalam Undang-undang Perpustakaan yang akan datang dapat disusun meliputi:
1. Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)
2. Petugas tata usaha perpustakaan ( unusur pembantu pimpinan)
3. Unsur pelaksana yang terdiri atas:
a) Petugas pengadaan/pengolahan baha pustaka
b) Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)
c) Petugas penyuluhan/pemasyarakatan
d) Petugas penelitian dan pengembangan

Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi perencanaan,pengorganisasian,penggerakan , dan pengawasan (POAC= Planning, Organization,Actuating dan Controlling)
Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggungakan prinsip-prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS atau Mangement By Objectives (MBO).

2. Aspek Ketenagaan

Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemempuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan yang tepat, yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan koleksi bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini teruta

IV.PENUTUP

Perpustakaan Sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dikatakan juga bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada lembaga itu.
Sedangkan fungsi utamanya yaitu sebagai pusat sumber belajar,pusat sumber informasi dan pusat bacaan rekreasi dan pengisi waktu senggang. Untuk selanjutnya perpustakaan itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat (Long Life Education)




Daftar Pustaka

MUJITO, Pembinaan Minat Baca, Jakarta : Universitas Terbuka,1993
MARTOATMOJO,Karmidi. Manajemen Perpustakaan Khusus. Jakarta: Universitas Terbuka, 1997
----------------------------------. Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka, 1993
SULISTYO,Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan: Universitas Terbuka, 1993

Tujuan dan Peran Perpustakaan

Tujuan dan Peran Perpustakaan

Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.

Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.

Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
Peran Perpustakaan

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, trekait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[1]
Tujuan perpustakaan

Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka: a. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan; b. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik; c. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik; d. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia; e. Dapat meningkatkan tarap kehidupan seharihari dan lapangan pekerjaannya; f. Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa; g. Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.[2]

Fungsi Penelitian dalam Teknologi Pendidikan


Konsep teknologi pendidikan mencakup dua aspek, aspek teoretik dan aspek praktek. Pemahaman terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap aspek teoretik dan aspek praktek teknologi pendidikan memerlukan konstruksi pengetahuan secara berkelanjutan melalui kegiatan melakukan penelitian dan merefleksikan kegiatan praktek artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dinyatakan dalam istilah “studi”. Artinya dalam pengertian studi ini tercakup kegiatan-kegiatan pengumpulan informasi dan analisis di luar konsepsi penelitian tradisional. Konsep studi ini dimaksudkan untuk memasukkan baik penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif serta bentuk disciplined inquiry lain, seperti: pengembangan teori, analisis filsafati, investigasi historis, projek-projek pengembangan, analisis kegagalan, analisis sistem, dan evaluasi. Penelitian secara tradisional telah menghasilkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru dan proses-proses evaluatif artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang telah membantu memperbaiki praktek. Penelitian dapat dilakukan berdasarkan berbagai jenis konstruk metodologi begitu juga berdasarkan beberapa konstruk teoretik.
Penelitian dalam teknologi pendidikan telah berkembang dari upaya untuk “membuktikan” bahwa konstruk-konstruk media dan teknologi merupakan piranti belajar artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang efektif menuju kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada penyelidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang diciptakan untuk mendeskripsikan dan merinci pelaksanaan proses-proses artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sesuai serta teknologi-teknologi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dapat dimanfaatkan untuk mempelajari masalah belajar. Dalam penelian teknologi pendidikan terbaru penting artinya menggunakan lingkungan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang otentik serta memperhatikan suara para pelaku praktek teknologi pembelajaran dan suara para peneliti. Melekat dalam konsep penelitian artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah prosesnya artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang terjadi secara berulang-ulang. Penelitian teknologi pendidikan berupaya memecahkan masalah melalaui menyelidiki solusi-solusintya. Usaha tersebut mengarah p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada praktek baru, masalah baru, dan pertanyaan baru. Tentu saja ide tentang praktek artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang reflektif dan penyelidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dilandasi dengan lingkungan otentik merupakan perspektif artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang bernilai dalam penelitian. Pelaksana artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang reflektif memperhatikan masalah-masalah artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada dalam lingkungannya (misalnya masalah belajar p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada siswa-siswanya) dan berupaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mengubah praktek artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dilandasi dengan hasil penelitian maupun pengalaman profesional. Refleksi dalam proses ini mengarah p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada perubahan-perubahan dalam solusi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan upaya lebih jauh untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah dalam lingkungan. Semuanya ini merupakan proses praktek/refleksi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berulang artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dapat menuju p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada perbaikan praktek.
Ruang masalah penyelidikan baru kerapkali ditentukan oleh membanjirnya teknologi-teknologi baru dalam praktek-praktek pendidikan. Sejarah teknologi pembelajaran telah mencatat banyak program-program pendidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang diprakarsai untuk merespon teknologi baru untuk menyelidiki rancangan, pengembangan, pemanfaatan dan pengelolaannya artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang terbaik. Akan tetapi, akhir-akhir ini program-program penyelidikan dalam teknologi pendidikan telah dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perubahan dalam posisi teoretik utama dalam teori belajar, pengelolaan informasi dan bidang-bidang lain artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berhubungan. Sebagai contoh, pandangan teoretik teori-teori kognitif dan konstruktivistik telah mengubah penekanan dalam bidang tersebut dari mengajar ke belajar. Perhatian kearah perspektif, preferensi pebelajar dan kepemilikan dalam proses pembelajaran telah berkembang. Perubahan teoretik ini telah mengubah secara dramatik orientasi dalam bidang ini dari suatu bidang studi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang digerakkan oleh rancangan pembelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang akan disampaikan dalam berbagai bentuk format (teknologi atau strategi) menuju kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada suatu bidang artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang ingin menciptakan lingkungan belajar dimana pebelajar dapat melakukan eksplorasi – sering dibantu sistem pendukung elektronik – agar bisa sampai p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada suatu pemahaman artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang bermakna. Penekanan dalam penelitian telah berubah kearah mengamati partisipasi aktif pebelajar dan pembangunan jalan mereka sendiri ke arah belajar. Singkat kata, perhatian bergerak meninggalkan rancangan rutin pembelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang telah ditetapkan lebih dahulu menuju kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada perancangan lingkungan untk memudahkan belajar.
Prof. Dr. I Wayan Ardhana, MA - Guru Besar Teknologi Pendidikan UM

Artikel ini disalin dari : http://blog.tp.ac.id/fungsi-penelitian-dalam-teknologi-pendidikan#ixzz1oDbaXRG5

Minat Baca Dan Ketersedian Sumber Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pelajaran

Pengaruh Minat Baca Dan Ketersedian Sumber Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pelajaran Ekonomi
ABSTRAKNursamola, Awalina Afri. 2010. Pengaruh Minat Baca Dan Ketersedian Sumber Belajar Terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap Prestasi Belajar Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X SMAN 5. Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I ): Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W., S.E.A.k, M.P, Pembimbing (II) : Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec.
Pesatnya perkembangan jaman artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang semakin modern menuntut artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adanya sumber daya manusia artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Maka pemerintahan Indonesia p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada saat ini menitik beratkan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pembangunan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang diarahkan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pendidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang menunjang kehidupan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang masa mendatang. Untuk mengh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adapi era globalisasi maka sumber daya manusia artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berkualitas sangatlah penting. Oleh karena itu pentingnya dunia pendidikan dalam era globalisasi perlu diperhatikan agar lebih memacu mereka untuk belajar. Selain itu pendidikan merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang tertuang dalam UUD 1945 ( artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sudah diamandemen) pasal 31 ayat 4 artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berbunyi “negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari pendapatan daerah untuk memenuhi kebituhan penyelenggaraan nasional”.
Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkankondisi minat baca siswa kelas X p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang. Mengungkapkan kondisi ketersediaan sumber belajar kelas X p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang. Mengungkapkan kondisi prestasi belajar kelas X p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang dan menganalisis pengaruh antara minat baca dengan ketersediaan sumber belajar terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang.
Dari hasil pembahasan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara parsial, artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh minat baca terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar siswa di SMAN 5 Malang. karena menunjukan t hitung = 9,115 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < , (5%), hal ini berarti bahwa variabel minat baca mempunyai pengaruh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang signifikan terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar belajar. Secara parsial, artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh ketersediaan sumber belajar terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar siswa SMAN 5 Malang. karena t hitung = 4, 974. dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,000 < , (5%). Dengan ini menunjukan bahwa artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang signifikan terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar. Secara simultan, artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar siswa. Karena diperoleh nilai Fhitung sebesar 103,416 dan F tabel 3,104 dengan signifikansi 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi F lebih kecil dari (0,05). Berarti artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas maka peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai berikut: Bagi Guru, hendaknya guru sering untuk memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan dan lebih mengembangkan latihan tersebut sehingga memungkinkan siswa untuk lebih banyak membaca dari berbagai sumber atau literatur buku dalam usaha untuk meningkatkan prestasi belajar para siswa. Bagi Sekolah, Diharapakan dalam peng artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adaan sumber belajar disekolah hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa terutama untuk proses belajar mengajar.

Artikel ini disalin dari : http://blog.tp.ac.id/pengaruh-minat-baca-dan-ketersedian-sumber-belajar-terhadap-prestasi-belajar-pelajaran-ekonomi#ixzz1oDZA1cKs

Kamis, 01 Maret 2012

Nick Vujicic Seorang Motivator Hebat Tanpa Kaki & Tangan

Inilah cerita dari seorang pria tampan dan cerdas, serta bersuara indah, yang dilahirkan tanpa kedua lengan dan kedua kaki. Namun ia tetap bersemangat dan bahagia dalam menjalani hidupnya. Ia jago main golf, berselancar, dan berenang. Terlebih, ia juga sukses dalam karirnya. Nick Vujicic (26 tahun), pria Serbia kelahiran Australia itu, memang luar biasa!!

Nick Vujicic Seorang Motivator Hebat Tanpa Kaki & Tangan

Nick lahir di sebuah rumah sakit di Kota Melbourne pada tanggal 4 Desember 1982. Orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Kondisi ini kontan membuat ayah Nick (seorang pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu Nick (seorang perawat) bertanya-tanya dalam hati, kesalahan besar apa yang telah mereka perbuat hingga putranya terlahir tanpa anggota-anggota tubuh. Tak jarang, mereka menyalahkan diri sendiri atas keadaan Nick.

Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Ayah dan ibu Nick melihat putranya, biarpun cacat tubuh, tetap tumbuh kuat, sehat, dan ceria - sama seperti anak-anak lainnya. Dan, Nick kecil terlihat begitu tampan serta menggemaskan! Matanya pun sangat indah dan menawan. Maka, mereka mulai bisa menerima keadaan putranya, mensyukuri keberadaannya, dan segera mengajarinya untuk hidup mandiri.

Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan. Kemudian, dengan tekun dan sabar, sejak usia 6 tahun, Nick belajar menggunakan jari-jari kakinya untuk menulis, mengambil barang, dan mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yang berharga itu sebagai "my chicken drumstick."

Agar bisa hidup lebih mandiri, kuat secara mental, dan bisa bergaul dengan luwes, ibu Nick memasukkan putranya ke sekolah biasa. Segera saja, Nick menyadari bahwa keadaannya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia juga mengalami berbagai penolakan, ejekan, dan gertakan dari teman-teman sekolahnya. Hal ini membuatnya merasa begitu sedih dan putus asa. Pada usia 8 tahun, Nick sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.


Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. Ia juga hidup dalam keluarga yang berkecukupan.

Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang. "Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!" demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.

Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi.

Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."

"Saya telah memberikan berbagai jenis motivasi kepada orang-orang, berdasarkan pengalaman hidup saya," pungkas Nick di akhir wawancara. "Namun, ada satu hal yang selalu saya katakan pada mereka: ‘Terimalah dan cintai diri kamu sendiri.' Jika satu orang saja bisa melakukannya, kemudian merasa lebih bersemangat dalam menjalani hidup serta ingin berguna bagi orang lain, saya merasa bahwa sebagian tugas saya di dunia ini telah terselesaikan."

Rabu, 29 Februari 2012

Apakah Cinta itu sebuah Magic?

tentang cinta
Seorang Filosof. Beberapa tahun lalu ia mengajar di sebuah university di New York. Suatu hari setelah selesai kelas, ia kembali ke apartementnya bersama seorang collega guru yang juga mengajar di universitas yang sama. Setelah sampai di apartemen sang filosof mempersilakan colleganya, sang ibu guru duduk di sofa dan ngobrol ngalor-ngidul sambil nonton siaran televisi.

Di tengah ngobrolan mereka sang ibu guru berkata; Well, Mike. I love you. Sang filosof melotot matanya memandang sang ibu guru, dan setelah berpikir sejenak ia bertanya: "What is love?"
Dasar sang filosof, yang selalu suka bertanya dan terus bertanya. Bahkan rasa cinta yang munculpun harus dipertanyakan.

Temannya, sambil mengangkat bahu dan menggoyangkan kedua tangannya di samping telinganya menjawab: "Love is magical."
Sang filosof merasa shock. Ia merasa shock karena ternyata cinta begitu sederhana, ternyata cinta begitu enteng seenteng sebuah sandiwara, seenteng sebuah permainan sulap atau memperagakan sebuah magic.
"Dan apa artinya sebuah magic?" Ia bertanya diri.

Sang filosof bertambah shock ketika ia perpikir lebih lanjut bahwa magic bisa berubah.

Hari ini penampakan saya bisa saja nampak magical, tetapi besok kekuatan magicnya mungkin akan berkurang bahkan hilang.

Hari ini saya mudah mengatakan kepada seseorang bahwa saya mencintainya
dari lubuk hatiku yang paling dalam, tetapi besok mungkin berubah. Itukah yang dimaksudkan dengan cinta sebagai sebuah magic?

Sang filosof masih berpikir, berapa banyak pasangan yang harus cerai dalam sehari karena perkimpoian mereka telah kehilangan "magic power-nya?"
Berapa banyak kehidupan berkeluarga yang akhirnya pecah berantakan hanya karena keluarga mereka dibangun di atas dasar cinta sebagai sebuah "magic?"

Di telinga sang filosof masih terngiang sebuah kalimat indah, kalimat yang pernah keluar dari mulut idolanya Agustinus dan Thomas Aquinas: "To love is to will the good in the other"..... Mencintai berarti menginginkan atau menghendaki sesuatu yang baik bagi orang lain.
Bila aku mengatakan bahwa aku mencintai engkau, itu seharusnya dipahami bahwa saya menghendaki agar engkau memiliki segala sesuatu yang baik, agar engkau menjadi dirimu sendiri.

Aristoteles (seorang laki-laki) dalam dialognya dengan Alcibiades (laki-laki juga), menunjukan secara amat jelas bahwa ia amat mencintai Alcibiades. Cinta apakah yang dimaksudkan Aristoteles?
Yang dimaksudkan Aristoteles adalah juga cinta dalam arti di atas, yakni bahwa Aristoteles menghendaki agar Alcibiades pada akhirnya menjadi lebih baik. Ia secara perlahan-lahan membimbing Alcibiades untuk memahami dan menjadi dirinya sendiri. Aristoteles membantunya untuk memahami bahwa agar mampu melihat diri sendiri Alcibiades butuh sebuah cermin. Dan Aristoteles dalam cintanya kepada Alcibiades telah berusaha membawa yang terbaik kepada Alcibiades.

Itulah arti sebuah cinta.
Saya masih ingat sebuah kata yang sungguh indah tentang apa artinya sebuah cinta. Itu adalah kata seorang filosof Gabriel Marcel, Cinta berarti mengatakan kepada seorang sahabat: Engkau tak akan pernah mati. Cinta tidak terpusat pada diri sendiri, tetapi selalu pada orang yang dicintai.

Kisah Tenzing Norgay

Kisah Tenzing Norgay
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan mengatakan nama yang aneh.....dari negara mana nama tersebut berasal?.....

Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya...mungkin juga belum...bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary...ya kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau pernah mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang
berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.

Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.

Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa saja ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest bukan Sir Edmund Hillary.

Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :

Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?

Tenzing Norgay : Sangat senang sekali

Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?

Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia....

Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???

Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya.....impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN nya.


Ya, itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi serakah, ataupun iri dengan keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai & mewujudkan IMPIAN nya.

Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja kita secara pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus kepada diri kita sendiri, siapa yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus, penghargaan, insentif dan sebagainya. Namun pernahkan kita berpikir....untuk bisa membuat orang lain berhasil?
Tanyakanlah itu pada diri kita....

Senin, 27 Februari 2012

Cara Agar Mudah Belajar dengan Teknik Mind Mapping

Banyak siswa gagal memahami materi pelajarannya. Menurut para ahli itu karena siswa tidak diajari dulu cara belajarnya. Seharusnya siswa diajari dulu cara belajar sehingga bisa paham pelajarannya.

Akibat tidak tahu cara belajar yang benar, belajar kadang menjadi beban buat sebagian besar pelajar. Padahal nilai bagus sangat dibutuhkan agar siswa lulus ujian atau naik kelas.

Tapi dengan teknik Mind Mapping, belajar bisa jadi sangat efektif dan tepat sasaran. Teknik Mind Mapping atau pemetaan pikiran atau peta pikiran bisa memudahkan pelajar untuk memahami lebih jelas pelajarannya.

Teknik Mind Mapping pertama kali dipopuplerkan oleh seorang psikolog bernama Dr. Tony Buzzan pada tahun 1970 dan mulai dikenal di Indonesia sejak awal tahun 1990-an.

Teknik Mind Mapping ini mengandalkan gambar dan hubungan satu sama lain dengan menggunakan gambar, kata, angka, logika dan warna menjadi suatu cara yang unik.

Prinsip Mind Mapping adalah merangkum semua pelajaran dengan cara belajar yang tidak linier (atas ke bawah) tapi bercabang. Dengan adanya rangkuman maka memudahkan orang untuk menghapal dan mengerti.

Memulai belajar dengan Mind Mapping, awalnya dengan menentukan satu materi yang akan dipelajari dengan menggambar ditengah-tengah halaman kosong.

Misalnya sedang belajar galaksi, tulis kata galaksi di tengah-tengah dari sini mulai dibikin cabang-cabangnya. Cabang pertama misalnya apa itu galaksi, cabang kedua dimana itu galaksi, cabang ketiga apa saja yang termasuk galaksi.

Lalu dari cabang-cabang ini bisa berkembang lagi cabang-cabang lainnya di tiap cabang. Misalnya cabang pertama apa itu galaksi bertambah lagi cabangnya menjadi seperti apa bentuk galaksi. Begitu selanjutnya dengan cabang-cabang lainnya.

Dengan adanya peta pemikiran ini siswa jadi lebih mudah paham alur ceritanya. Ketika ada ujian dengan pertanyaan seperti apa bentuk galaksi, dia akan ingat letak cabang itu dimana. Jadi materi pelajaran 20 halaman misalnya bisa dirangkum dalam satu halaman Mind Mapping.

Seberapa efektif belajar dengan Mind Mapping?

Mind Mapping merupakan teknik belajar yang cukup efektif, dan bagi orang dengan gaya belajar visual maka mind mapping ini akan menjadi sangat membantu. Dengan Mind Mapping umumnya informasi yang kompleks akan diubah menjadi lebih sederhana dalam satu halaman saja, sehingga proses berpikirnya menjadi lebih sistematis.

Sementara itu bagi orang yang memiliki gaya belajar non-visual, Mind Mapping tetap bisa berguna misalnya dengan menggunakan bantuan auditori. Contohnya seorang murid yang lebih mudah memahami suatu informasi setelah diberikan Mind Mapping dengan bantuan auditori atau penjelasan dari gurunya.

Mind Mapping ini juga sangat membantu untuk anak yang susah belajar, hal ini karena Mind Mapping membantu seseorang lebih gampang belajar dengan cara mengorganisir segala informasi yang diterimanya menjadi lebih ringkas, serta membuat hubungan antara satu informasi dengan informasi lainnya terlihat lebih jelas.

Misalnya seseorang ingin menjelaskan tentang makanan, maka ia bisa menarik garis ke samping untuk buah dan garis lainnya untuk sayuran. Nantinya sayuran dibagi lagi menjadi sayuran berdaun hijau dan sayuran tidak hijau.

Jadi kalau ada yang menyebutkan kata apel, anggur, kangkung atau bayam, maka seseorang akan lebih mudah mengkategorikannya dan mengklasifikasikan semua kata-kata tersebut secara umum dalam makanan.

Teknik belajar Mind Mapping ini bisa diajarkan sejak anak-anak misalnya pada saat anak kelas 3-4 sekolah dasar, mulailah diperkenalkan tapi dengan bantuan dan bimbingan dari guru karena anak belum mampu membuatnya sendiri.

Diharapkan nanti jika anak memasuki kelas 4-5 sekolah dasar anak sudah bisa membuat Mapping sendiri meskipun masih dalam bentuk sederhana, karena inti dari Mind Mapping ini adalah memberikan konsep dan kerangka berpikir.

Dalam Mind Mapping satu konsep yang umum atau besar akan dikembangkan ke turunannya yang lebih kecil, dan bagi orang yang kreatif dapat mewujudkannya menjadi suatu bentuk visualisasi yang menarik sehingga memudahkannya untuk belajar.

Visualisasi yang terbentuk dari Mind Mapping ini akan membuat imajinasi seseorang menjadi lebih terwujud atau imajiner yang membuatnya lebih mudah mengerti serta bisa merangsang kemampuan kreativitas seseorang.

Agar lebih menarik dan mudah dimengerti sebaiknya seseorang membuat Mind Mapping dari suatu konsep dengan menggunakan beberapa warna, sehingga memudahkan ia untuk mempelajari suatu hal dengan melihat hubungan yang terbentuk dari kata kunci warna dan gambar yang ada.

Meski begitu setiap metode belajar ada kelebihan dan kekurangannya. Kalau materinya tentang konsep maka Mind Mapping ini bagus, tapi kalau bukan hal-hal yang detail seperti hapalan angka-angka atau peristiwa-peristiwa sejarah maka Mind Mapping ini tidak terlalu bagus.

Untuk itu jika memiliki masalah dalam belajar atau sulit memahami suatu konsep, tak ada salahnya mencoba melakukan mind mapping (peta pikiran) sehingga informasi yang terkait dengan konsep tersebut lebih jelas terlihat dan memudahkan proses pemahaman.

Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja

Proses kepemimpinan secara singkat sering dikatakan sebagai cara untuk mencapai tujuan melalui orang lain. Orang lain disini bisa diartikan sebagai orang-perorang, atau sekelompok orang. Akan tetapi karena orang banyak itu terdiri dari individu dengan kebutuhan yang bervariasi, diperlukan kiat-kiat khusus untuk mengatur supaya kebutuhan, keinginan, dan kepentingan yang bermacam-macam tersebut bisa terakomodasi sehingga timbul dorongan atau motivasi untuk secara mandiri bekerja mencapai tujuan pribadi maupun kelompok. 

Dalam proses kepemimpinan, motivasi merupakan sesuatu yang esensial dalam kepemimpinan, karena memimpin adalah memotivasi. Seorang pemimpin harus bekerja bersama-sama dengan orang lain atau bawahannya, untuk itu diperlukan kemampuan memberikan motivasi kepada bawahan. Menurut Wahjosumidjo (1984), kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi, sebab keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat bergantung kepada kewibawaan, dan juga pemimpin itu di dalam menciptakan motivasi di dalam diri setiap orang bawahan, kolega maupun atasan pemimpin itu sendiri (p. 197).

Seorang pemimpin memotivasi pengikut melalui gaya kepemimpinan tertentu yang akan menghasilkan pencapaian tujuan kelompok dan tujuan individu. Pengikut yang termotivasi akan berusaha mencapai tujuan secara sukarela dan selanjutnya menghasilkan kepuasan. Kepuasan mengakibatkan kepada perilaku pencapaian tujuan yang diulang kembali untuk mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang.

Teori Sifat Kepemimpinan
Teori sifat mengasumsikan kepemimpinan tidak dilahirkan dan tidak dapat dibuat. Kepemimpinan terdiri dari karakter dan sifat yang diturunkan. Karakter dan sifat tersebut yang membedakan seseorang sebagai pemimpin. 


Gheselli yang dikutip dari Manning dan Curtis (2005) mengidentifikasikan sifat kepemimpinan yang efektif :

1. Need for achievement
Seorang pemimpin harus bertanggung jawab dan bekerja keras agar berhasil.

2. Intellegence
Pemimpin harus memiliki pertimbangan, alasan, dan pemikiran yang baik.

3. Decisiveness
Seorang pemimpin harus mampu membuat keputusan tanpa keraguan.

4. Self Confidence
Seorang pemimpin harus memiliki kesan positif sebagai seorang yang
memiliki kemampuan.

5. Initiative
Pemimpin harus menjadi acuan, melakukan pekerjaan dengan pengawasan
yang minimal.

6. Supervisory Ability
Pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas secara baik kepada bawahannya.

Lebih lanjut Manning dan Curtis menyatakan bahwa sepuluh kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk membantunya dalam proses kepemimpinan :

1. Visi
Syarat utama menjadi seorang pemimpin adalah memiliki visi yang baik. Visi menginspirasi yang lain dan menyebabkan seorang pemimpin dapat melakukan tugasnya.

2. Kemampuan
Seorang pemimpin harus memiliki pemahaman yang baik atas pekerjaanya.
Karyawan biasanya menunjukkan kesabaran kepada seorang pemimpin yang baru, tetapi mereka akan kehilangan kepercayaan kepada seorang pemimpin yang gagal dalam melaksanakan tugasnya

3. Antusiasme
Ciri dari seorang pemimpin yang baik yaitu memiliki antusiasme yang kuat.
Antusiasme yang ditunjukkan seorang pemimpin membangkitkan antusiasme bagi pengikutnya.

4. Stabilitas
Seorang pemimpin harus memiliki profesionalisme, dengan membedakan masalah perusahaan dengan masalah pribadi.

5. Memahami Sesama
Seorang pemimpin tidak boleh merendahkan bawahannya atau memperlakukan mereka seperti mesin. Seorang pemimpin harus memahami kesejahteraan bawahannya. Pengertian terhadap orang lain membutuhkan kesabaran dan kemauan untuk mendengarkan permasalahan bawahannya.

6. Percaya Diri
Apabila seorang pemimpin kurang percaya diri, karyawan akan mempertanyakan otoritasnya, bahkan mengabaikan perintah.

7. Ketekunan
Seorang pemimpin memiliki kebulatan tekad dan ketekunan untuk menyelesaikan suatu masalah yang sulit.

8. Vitalitas
Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan dan stamina yang prima dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin.

9. Karisma
Seorang pemimpin harus memiliki karisma yaitu kemampuan untuk menarik perhatian pegawainya dan membuat mereka mengikutinya.

10. Integritas
Syarat paling penting seorang pemimpin adalah integritas, yaitu: kejujuran, karakter yang kuat, dan keberanian. Tanpa integritas maka tidak ada kepercayaan. Kepercayaan memimpin kepada rasa hormat, loyalitas, dan tindakan.

Jumat, 24 Februari 2012

Berpikir Kreatif Pasca Kehilangan Pekerjaan

Ketika tiba-tiba perusahaan terkena dampak krisis global keuangan yang disusul dengan PHK massal atau redundancy. Bagaimanakah sikap yang tepat dalam menghadapi situasi yang tak terduga ini. Intinya, kehilangan pekerjaan menimbulkan masalah finansial dan psikologis akan tetapi selalu ada kesempatan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.

Dampak Finansial

Kehilangan pekerjaan artinya sama dengan kehilangan sumber penghasilan. Tidak peduli seberapa besar penghasilan Anda dan seberapa banyak tabungan di bank, tentunya Anda ingin menengok kembali spending habits Anda.

Sekarang saatnya untuk mengurangi pengeluaran dan menyusun kembali strategi keuangan yang tepat. Barangkali Anda pun harus mengubah gaya hidup Anda sesuai dengan keadaan yang terjadi.

Kalau Anda punya sejumlah kartu kredit, sebaiknya Anda menutup beberapa diantaranya dan menyisakan satu atau dua kartu kredit saja. Pilihlah kartu kredit yang paling kecil bunganya kemudian lunasi kartu kredit yang lain atau alihkan tagihannya ke kartu kredit yang Anda pertahankan.

Anda pun ingin mengurangi pengeluaran harian atau bulanan, menutup membership yang tidak perlu, dan mengurangi makan diluar.

Singkatnya, Anda hilangkan pengeluaran yang tidak terlalu perlu. Semua langkah ini diperlukan supaya Anda memiliki kendali atau kehidupan finansial Anda terutama dalam menghadapi keadaan ekonomi yang tidak pasti.


Dampak Psikologis

Secara psikologis kehilangan pekerjaan sama dengan kehilangan kepercayaan diri. Kepercayaan Anda kepada pekerjaan selama bertahun-tahun seolah-olah hilang begitu saja dalam sehari. Namun pada dasarnya, apabila Anda tidak menemukan alasan yang jelas kenapa Anda harus kehilangan pekerjaan, kemungkinannya adalah kesalahan bukan pada diri Anda.

Krisis keuangan yang terjadi membuat perusahaan Anda berpikir untuk mengurangi jumlah karyawan di posisi dan golongan tertentu. Berdasarkan performance di kantor barangkali Anda termasuk yang layak dipertahankan tapi posisi Anda sudah tidak mungkin diperlukan lagi. Tentunya ini tidak fair, tapi begitulah yang terjadi.

Sedih dan panik atas hilangnya sumber keuangan tentunya wajar. Tetapi apabila keadaan ini berlarut-larut maka Anda harus melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

Anda ingin membangun komunikasi dengan diri Anda sendiri. Menghilangkan perasaan bersalah, berhenti menyalahkan orang lain, dan mengambil alih kembali kehidupan karir Anda. Anda boleh kehilangan pekerjaan tapi jangan sampai hal ini merusak mimpi dan cita-cita Anda.


Merancang Karir Baru

Barangkali agak aneh kedengarannya bahwa Anda justru memperoleh kebebasan ketika kehilangan pekerjaan. Saat ini adalah momen yang tepat untuk mendefinisikan kembali apa yang Anda mau dari kehidupan karir Anda.

Misalnya saja ternyata Anda menemukan kepuasan dari karir Anda yang lama. Rasanya apa yang Anda kerjakan betul-betul mewakili apa yang Anda inginkan. Hal ini sangatlah bagus karena banyak orang menghabiskan puluhan juta untuk menghadiri pelatihan dan seminar hanya untuk mencari tahu apa yang mereka inginkan dari karirnya.

Namun misalnya Anda tidak puas dengan karir di tempat yang lama. Pekerjaan Anda bisa menghasilkan uang untuk menabung dan membayar cicilan tapi tidak memberikan kebahagiaan sesuai dengan cita-cita Anda.

Dalam hal ini kehilangan pekerjaan menjadi seperti berkah karena sekarang Anda memiliki kesempatan untuk memulai karir baru yang sesuai dengan cita-cita ditambah dengan uang pesangon yang Anda terima dari perusahaan!

Pindah pekerjaan di masa ekonomi sulit bukanlah tindakan yang diinginkan sebagian besar orang. Namun Anda ingin membuktikan bahwa Anda bisa keluar dari situasi sesulit apapun. Pengalaman profesional Anda bisa menambah keyakinan dan kepercayaan untuk menemukan solusinya. 

Kuncinya adalah berpikir kreatif dan tidak berhenti berusaha. Inilah saatnya untuk memulai sesuatu yang baru. Apapun itu. Memulai karir di tempat baru atau bahkan merintis usaha sendiri.

Banyak orang-orang sukses yang memulai karirnya setelah mereka kehilangan pekerjaan. Penulis terkenal dari Inggris, J.K. Rowling, menulis novel Harry Potter ketika ia tidak punya pekerjaan dan hidupnya tergantung dari tunjangan pemerintah. Namun pemikiran kreatifnya menghasilkan salah satu novel yang paling laris di dunia dan mendatangkan keuntungan milyaran dollar.

Hidup kreatif dimulai dari sikap yang kita ambil secara sadar terhadap kejadian yang kita alami. Manusia tidak diciptakan untuk menerima keadaan begitu saja tetapi untuk berusaha membuat hidup yang terbaik bagi dirinya. 

Susunlah rencana baru dan kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung tujuan Anda: keluarga dekat, sahabat, motivator, pelatih, dll. Dengan memelihara sikap positif Anda memastikan berjalan di rute menuju keberhasilan.

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.

Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat.
Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis.
Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.
Pikirkanlah apapun....sebelum kita memulai apa saja.

Batu Rubi yang Retak

Alkisah di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.

Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.


“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”


Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.


Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.


“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”


“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.


Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”


Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.


Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”


Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.


Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.


Jika kita mengalami sebuah masalah, jangan terlalu terpaku pada masalah yang tengah terjadi... tapi pikirkanlah solusi untuk memecahkan masalah tersebut. 

Mungkin masalah itu akan membuyarkan apa yang kita harapkan, namun jika kita berusaha berpikir dan pantang menyerah untuk mencari solusi... bisa jadi hasilnya akan lebih baik daripada kita tidak melakukan apa-apa.

Minggu, 19 Februari 2012

Pengrajin Emas dan Kuningan

Di sebuah negeri, hiduplah dua orang pengrajin yang tinggal bersebelahan.
Seorang diantaranya, adalah pengrajin emas, sedang yang lainnya pengrajin
kuningan. Keduanya telah lama menjalani pekerjaan ini, sebab, ini adalah pekerjaan yang diwariskan secara turun-temurun. Telah banyak pula barang yang dihasilkan dari pekerjaan ini. Cincin, kalung, gelang, dan untaian rantai
penghias, adalah beberapa dari hasil kerajinan mereka.

Setiap akhir bulan, mereka membawa hasil pekerjaan ke kota. Hari pasar, demikian mereka biasa menyebut hari itu. Mereka akan berdagang barang-barang logam itu, sekaligus membeli barang-barang keperluan lain selama sebulan. Beruntunglah, pekan depan, akan ada tetamu agung yang datang mengunjungi kota, dan bermaksud memborong barang-barang yang ada disana. Kabar ini tentu membuat mereka senang. Tentu, berita ini akan membuat semua pedagang membuat lebih banyak barang yang akan dijajakan.

Siang-malam, terdengar suara logam yang ditempa. Setiap dentingnya, layaknya nafas hidup bagi mereka. Tungku-tungku api, seakan tak pernah padam. Kayu bakar yang tampak membara, seakan menjadi penyulut semangat keduanya. Percik-percik api yang timbul tak pernah di hiraukan mereka. Keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sudah puluhan cincin, kalung, dan untaian rantai penghias yang siap dijual. Hari pasar makin dekat. Dan lusa, adalah waktu yang tepat untuk berangkat ke kota.

Hari pasar telah tiba, dan keduanya pun sampai di kota. Hamparan terpal telah
digelar, tanda barang dagangan siap dijajakan. Keduanya pun berjejer berdampingan. Tampaklah, barang-barang logam yang telah dihasilkan. Namun, ah sayang, ada kontras yang mencolok diantara keduanya. Walaupun terbuat dari logam mulia, barang-barang yang dibuat oleh pengrajin emas tampak kusam. Warnanya tak berkilau. Ulir-ulirnya kasar, dengan pokok-pokok simpul rantai yang tak rapi. Seakan, sang pembuatnya adalah seorang yang tergesa-gesa.

“Ah, biar saja,” demikian ucapan yang terlontar saat pengrajin kuningan
menanyakan kenapa perhiasaannya kawannya itu tampak kusam. “Setiap orang akan memilih daganganku, sebab, emas selalu lebih baik dari kuningan,” ujar pengrajin emas lagi, “Apalah artinya loyang buatanmu dibanding logam mulia yang kupunya, aku akan membawa uang lebih banyak darimu.” Pengrajin kuningan, hanya tersenyum.
Ketekunannya mengasah logam, membuat semuanya tampak lebih bersinar.
Ulir-ulirnya halus. Lekuk-lekuk cincin dan gelang buatannya terlihat seperli
lingkaran yang tak putus. Liku-liku rantai penghiasnya pun lebih sedap di
pandang mata.

Ketekunan, memang sesuatu yang mahal. Hampir semua orang yang lewat, tak menaruh perhatian kepada pengrajin emas. Mereka lebih suka mendatangi, dan melihat-melihat cincin dan kalung kuningan. Begitupun tetamu agung yang berkenan datang. Mereka pun lebih menyukai benda-benda kuningan itu dibandingkan dengan logam mulia. Sebab, emas itu tidaklah cukup mereka tertarik, dan mau membelinya. Sekali lagi, terpampang kekontrasan di hari pasar itu. Pengrajin emas yang tertegun diam, dan pengrajin kuningan yang tersenyum senang.

Hari pasar telah usai, dan para tetamu telah kembali pulang. Kedua pengrajin itu pun telah selesai membereskan dagangan. Dan agaknya, keduanya mendapat pelajaran dari apa yang telah mereka lakukan hari itu.


Ketekunan adalah bagian dari proses keberhaasilan.
Sesuatu yang dikerjakan dengan tekun, akan menghasilkan sesutu yang lebih baik dan bernilai dari pada dikerjakan dengan tergesa-gesa.
Seperti proses batu bara yang menjadi berlian.

Mengasihi tanpa mengatakan sesuatu

Saya ditraktir makan mie di kedai mie yang terkenal. Harganya tidak mahal dan rasanya sangat lezat sekali. Kami duduk di depan meja panjang yang dapat menampung sekitar sepuluh orang bila mengelilingi meja. Meja sudah terisi enam orang, saya, teman saya dan empat orang pengunjung.

Ketika asyik makan, satu keluarga baru duduk di dekat kami. Tepatnya di antara teman saya dan pengunjung lainnya. Mereka telah memesan mie dan sedang menunggu. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri yang masih muda dan seorang anak yang berusia sekitar enam tahun. Mereka keluarga yang jauh dari sederhana. Pakaiannya agak kusam dan berbau. Si anak kelihatannya baru sembuh dari suatu penyakit yang tidak kami ketahui dan sedang menarik ingusnya keluar masuk. Ingusnya seperti angka sebelas dan terkadang seperti angka satu dengan warna kuning kehijau-hijauan. Si ibu dengan penuh kasih sayang mengelap ingus yang tidak berhenti keluar masuk hidung anaknya. Pasangan itu sangat bahagia melihat anaknya bermain sambil tertawa. Sepertinya makan mie merupakan perayaan menyambut kesembuhannya. Saat mie datang keluarga tersebut makan dengan lahap.

Keadaan tersebut tidak berlaku bagi kami semua terkecuali teman saya. Bagi kami berlima (termasuk saya) keadaan tersebut merupakan bencana dan penyiksaan. Bayangkan aja, bagaimana rasanya makan mie dengan mencium satu keluarga yang bau badannya tidak enak. Belum lagi melihat dan mendengar ingus yang ditarik keluar masuk dan sesekali dibersihkan oleh ibunya. Setiap kali memakan mie sambil meminum kuahnya, rasanya seperti ingus telah tercampur dengan makanan dan membuat selera makan hilang. Tidak berapa lama kemudian, keempat pelanggan yang duduk semeja dengan kami meninggalkan meja satu persatu- tanpa menghabiskan makanan. Melihat ini ada rasa kepahitan yang terpancar diwajah keluarga muda itu, seperti rasa rendah diri dan terasing melihat sikap saya dan empat pengunjung lainnya. Tetapi itu tidak berlangsung lama, terutama saat mereka melihat teman saya, keceriaan mereka pulih kembali. Teman saya tetap menikmati mie dengan segala kecuekannya. Seolah-olah tidak ada bau disekitarnya dan tidak ada suara ingus yang didengar. Saya tidak bisa berbuat banyak selain belajar cuek dan menghabiskan sisa mie. Lagi pula saya ditraktir makan dan tidak berhak mengajukan hal-hal yang aneh-aneh dan tidak sopan. Selesai makan, kami masih duduk dua puluh menit sebelum meninggalkan kedai makanan. Saya heran dengan tingkah teman saya yang diluar kebiasaannya. Biasanya setelah makan, ia hanya duduk paling lama sepuluh menit. Sekali lagi saya harus mengikuti kemauan teman saya dengan jengkel.

Akhirnya kami keluar meninggalkan kedai dan keluarga muda, saya merasa lega. Dalam perjalanan pulang, teman saya mengatakan ia sangat terganggu duduk di samping keluarga tersebut. Ia merasakan rasa bau dan merasa terganggu dengan suara ingus anaknya. Ia merasakan tepat seperti yang saya rasakan.

Teman saya juga mengatakan, jika ia meninggalkan keluarga tersebut di saat mereka bergembira, keluarga itu akan merasa terpukul, tidak berharga, terasing dan putus asa. Si suami sedang memberi yang terbaik bagi keluarganya. Mereka bersukacita merayakan kesembuhan anaknya. Si suami telah mengeluarkan uang yang bagi mereka cukup mahal dari hasil kerja keras hanya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Uang itu tidak begitu banyak untuk ukuran kami tetapi tidak bagi keluarga itu.

Saya sangat terkejut mendengar penuturan teman saya. Dan tidak menyangka teman saya telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi keluarga itu. Dengan caranya yang khas, bertahan makan mie sampai habis dan menunggu dua puluh menit setelah makan, telah memberi semangat baru bagi keluarga itu. Saya teringat bagaimana rasa kepahitan, rendah diri dan terasing di wajah kedua suami istri ketika melihat pelanggan yang lain meninggalkan meja tanpa menghabiskan makanan dan melihat tingkah saya. Saya juga teringat bagaimana pasangan ini kembali ceria begitu melihat sikap teman saya yang cuek.

Pertama kali dalam hidup ini, saya menyadari dan menyaksikan bagaimana mengasihi sesama tanpa mengatakan sesuatu benar-benar tidak mustahil. Ini benar-benar keajaiban. Cukup hanya dengan meneruskan makan mie sampai habis. Masa bodoh dengan sikap saya dan pengunjung lain yang tidak terpuji. Menunggu dua puluh menit setelah selesai makan. Yang terakhir menahan rasa bau untuk menyempurnakan segalanya telah menunjukkan suatu keajaiban kasih dan dilakukan oleh seorang teman. Ajaib bagaimana teman saya menegor saya tanpa mengatakan sesuatu. Ia tidak menuduh tetapi cukup telak memukul saya. Saya merasa sangat terpukul, malu tetapi tidak marah. Saya kembali mengingatkan diri sendiri bagaimana mudahnya mengatakan mengasihi sesama tetapi tidak melakukannya.

Anak Kecil yang Berhati Mulia

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, "berapa lama lagi
kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini Dan Bantu anak perempuanmu
tersayang untuk makan."

Aku taruh Koran Dan melihat anak perempuanku satu2nya,namanya Sindu
tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya Ada semangkuk nasi
berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang
manis Dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat
tidak suka makan curd rice ini. Ibu Dan istriku masih kuno mereka
percaya sekali kalau makan curd rice Ada "cooling effect".
Aku mengambil mangkok Dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah
kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak ,nanti ibumu akan
teriak2 sama ayah."

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.
Tangis Sindu mereda Dan IA menghapus air Mata dengan tangannya Dan berkata, "boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa
sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2
sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya.
Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan Ku?"

Aku menjawab, "Oh pasti sayang".

Sindu tanya sekali lagi, "betul ayah?"

"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan Dan
lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir Dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang Mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang."
Sindu menjawab, "jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 Mahal kok."

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan Dan kelihatannya sangat menderita
dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah
sama istri Dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan Mata penuh harap Dan semua perhatian (aku ,istriku Dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.

Istriku spontan berkata, "permintaan Gila, anak perempuan dibotakin,tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga Kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan Kita. Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "tidak Ada 'yah, tak Ada keinginan lain," kata Sindu.

Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami."

Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa Kita harus memenuhi janji Kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi
janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya
sendiri."

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "janji Kita
harus ditepati." Secara serentak istri Dan ibuku berkata, "apakah aku sudah Gila?"

"Tidak," jawabku, "kalau Kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."

"Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar Dan matanya besar Dan bagus. Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya Dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari Mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari Mobil Dan berkata, "anak anda,Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."
Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai
melelh dipipinya " bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah Dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.
Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan Dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

Aku berdiri terpaku Dan tidak terasa air mataku meleleh.

Adakah ……yang akan mendoakan kita ?

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di Rumah Sakit di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ... " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layer besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu" Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang ! Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, " ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00". Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.