• Beranda

Media BK Online SMK qa

Sabar, Telaten, Profesional Adalah Ciri Kami* Tangguh, Religius, Disiplin, Mandiri Adalah Komitmen Kami.* Mardlotillah Adalah Tujuan Kami

Blogroll

SELAMAT DATANG DI BLOG BIMBINGAN KONSELING ONLINE SMK PLUS QURROTA AYUN - See more at: http://www.seoterpadu.com/2013/07/cara-membuat-tulisan-berjalan-marquee.html#sthash.UeskRGAb.dpuf
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized
  • Beranda
SELAMAT DATANG DI BLOG BIMBINGAN KONSELING ONLINE SMK PLUS QURROTA AYUN - See more at: http://www.seoterpadu.com/2013/07/cara-membuat-tulisan-berjalan-marquee.html#sthash.UeskRGAb.dpuf

PENGUNJUNG

BLOG SAYA

Blog Archive

  • Agustus (6)
  • Maret (1)
  • September (1)
  • April (7)
  • Maret (3)
  • Februari (2)
  • Januari (1)
  • Desember (2)
  • November (1)
  • Oktober (2)
  • September (1)
  • Agustus (3)
  • Juli (2)
  • Juni (7)
  • Mei (9)
  • April (5)
  • Maret (5)
  • Februari (1)
  • Januari (3)
  • Desember (15)
  • Oktober (12)
  • Juli (2)
  • Juni (1)
  • Mei (4)
  • April (19)
  • Maret (14)
  • Februari (33)
  • Januari (1)
  • November (9)
  • Oktober (14)
  • September (2)
  • Agustus (3)
  • Juli (6)
  • Juni (5)
  • Mei (8)
  • April (6)
  • Maret (23)
  • Februari (21)
  • Januari (46)
  • Desember (17)
  • November (2)
  • Agustus (4)
  • Juli (10)
  • Juni (10)
  • Mei (1)

Categories

  • Administrasi BK (1)
  • Al-Ghazali (1)
  • Allah (1)
  • arti kata (1)
  • Artikel Pendidikan (4)
  • bahasa jawa soal (1)
  • Berita Pendidikan (3)
  • bimbingan (5)
  • bimbingan praktek dklien dan konselor (6)
  • bimbingan/layanan/konseling (35)
  • BLOGGER (2)
  • cerita (21)
  • cerita cinta (1)
  • cerita inspiratif (2)
  • cinta (13)
  • cinta islami (1)
  • dongeng (1)
  • edit foto (2)
  • GOOGLE (1)
  • http://www.cpnsonline.com/?arjo" (1)
  • Ihya 'Ulumuddin (1)
  • Imam Ghazali (1)
  • Indonesia konselor (7)
  • inspirasi (16)
  • inspirasi cinta (4)
  • Islam (1)
  • islamic motivation (9)
  • jawa dwipa (1)
  • Kahlil Gibran (1)
  • kasih sayang (2)
  • kata bijak (6)
  • kata hikmah (3)
  • kata mutiara (3)
  • kisah (17)
  • kisah cinta (2)
  • kisah inspiratif (5)
  • kisah islami (4)
  • kultur (1)
  • Kurikulum dan Pembelajaran (2)
  • makna kata (1)
  • motivasi (27)
  • motivasi cinta (4)
  • Motivasi Entrepreneur (1)
  • motivator (3)
  • nasehat bijak (3)
  • Opini (1)
  • PENDIDIKAN (10)
  • Pendidikan Indonesia (2)
  • pengertian (1)
  • pepatah (1)
  • pikiran (2)
  • Proses Pembelajaran (1)
  • PSIKOLOGI (6)
  • Psikologi Perkembangan (2)
  • quote (9)
  • qwerty (1)
  • Religion and Spirituality (1)
  • renungan (10)
  • Tentang Wanita (2)
  • Teori Pendidikan (2)
  • terjemahan (1)
  • TUTORIAL (2)
  • Untuk Mu Guru (2)
  • waduhhhhhhh copy paste (1)

Tampilkan postingan dengan label bimbingan/layanan/konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bimbingan/layanan/konseling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 April 2014

Media BK ( Power Point)

01.12  bimbingan/layanan/konseling  No comments


Media BK ( Power Point)


Bapak/ Ibu guru BK dapat mendownload materi-materi media BK dalam bentuk power point di bawah ini :
  • Hikmah di Sekitar Kita
  • Hidup Sebelum Hidup
  • Goodbay Mama
  • Focus
  • Bahasa Angsa
  • Bencana Waktu
  • Melatih Konsentrasi
  • Arti Bahagia Sesama
  • Kesenjangan
  • Anda Profesional ?
  • Kisah Katak
  • Inspirasi
  • Sembahyang
  • Wortel-Telor-Kopi
  • Kisah Sepotong Kue
  • Refleksi & Tindakan
  • Biskuit dan Ibu Muda
Read More

Senin, 14 April 2014

Modul BIMBINGAN DAN KONSELING

23.54  bimbingan/layanan/konseling  No comments

Modul BIMBINGAN DAN KONSELING


modul 1
modul 2
modul 3
modul 4
modul 5
modul 6
modul 7
modul 8
modul 9
modul 10
modul bk
MODULBKSEMGASAL2009_KELAS7
MODULBKSEMGASAL2009_KELAS8
PEMBAGIAN TUGAS BK
olah IKMS Update 3
TATA TERTIB SISWA BK
Analisa Kehadiran Siswa
Analisa Sosiometri Siswa
Layanan Informasi Bidang Belajar
Read More

ASSESMEN BK

23.53  bimbingan/layanan/konseling  No comments

ASSESMEN BK


Silahkan disedot saja instrumen pengumpul data untuk kepentingan Assesmen BK, kalo bisa silahkan disempurnakan saja :
1. Daftar Cek Masalah (DCM)
DCM OKE
2. Lembar Jawaban DCM
LEMBAR JWBN DCM
3. Pengantar Aplikasi DCM
Pengantar Aplikasi Excel DCM
4. Contoh DCM
DCM Contoh OK
5. Angket DCM
Angket DCM
6. Alat Ungkap Masalah (AUM)
alat-ungkap-masalah-siswa-sma
7. AUM PPT
AUM PPT
8. ITP KEGUNAAN
KEGUNAAN INVENTORI TUGAS PERKEMBANGAN
9. IMS
Buku IMS Revisi 2
Buku IMS Revisi pdf
Lembar jawab IMSRev pdf
Lembar jawab IMSRevisi
10. ANALISA ABSENSI SISWA
Analisa Kehadiran Siswa
11. LAYANAN INFORMASI BID. BELAJAR
Layanan Informasi Bidang Belajar
12. Analisa Absensi-2
Analisa Absensi
13. Nilai Kepribadian
Nilai Kepribadian
14. Penilaian BK
Penilaian BK
15. Penyusunan Program BK
Penyusunan Program BK
16. Master Soft BK
Master Soft BK
17. Satkung Mail
Satkung
Read More

KUMPULAN ICE BREAKING

23.51  bimbingan/layanan/konseling  No comments

KUMPULAN ICE BREAKING


Berikut saya postingkan beberapa ICE BREAKING yang biasa digunakan ketika kita menjadi Narasumber dalam sebuah pelatihan, workshop ataupun seminar…yang bertujuan untuk menyegarkan suasana atau motivasi agar kita selalu ingat bahwa ada sesuatu yang terlupakan dalam hidup ini. Silahkan langsung saja disedooooot sampai koredas semuanya.
1. AFRIKA
(Shrinked) – AFRIKA
2. APAKAH ANDA PROFESIONAL
(Shrinked) – Apakah Anda Profesional
3. MENGENAL KEPRIBADIAN SESEORANG
(Shrinked) – Bagaimana Mengenal Kepribadian Seseorang
4. BAHASA ANGSA
(Shrinked) – BahasaAngsa
5. BENCANA
(Shrinked) – BENCANA_WAKTU_24_Sept_06
6. BISKUIT & MEMBERI
(Shrinked) – BISKUIT & MEMBERI
7. BURUNG DNG SEBELAH SAYAP
(Shrinked) – BURUNG_DGN_SEBELAH_SAYAP_04
8. MACAM-MACAM GURU
(Shrinked) – MACAM-MACAM GURU
9. POTRET DIRI ANDA
(Shrinked) – Potret diri anda
10. SEBERAPA CERDASKAH KITA
(Shrinked) – Seberapa cerdaskah kita
11. KUMPULAN ICE BREAKER
ice breaker
Read More

Administrasi BK

23.49  bimbingan/layanan/konseling  No comments
Buku 2 Pedoman PK Guru
PERATURAN_BERSAMA_MENDIKNAS_DAN_BKN_TTG_JUKLAK_JABFUNG_GURU_DAN_AK_NYA
strk BK & pola relasi
6 JURUS MENGHADAPI UN
Peta kerawanan siswa
layanan media
pwr point media
DAFTAR 44 PERANGKAT BK UNTUK PKG BK (MATERI SEMINAR BAPAK ANDORI)
Copy of Struktur BK MI IHIS
LAPORAN KEGIATAN BK DISEKOLAH
LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH
RPP KUNJUNGAN RUMAH
Sampul BK 2
PKG BK
Petunjuk Aplikasi need assement
NEEDASSESMENT
PETUNJUK APLIKASI DAFTAR HADIR
DAFTAR HADIR SISWA
TATA TERTIB SEKOLAH NEW 2012
Pengembangan Diri BK di Sekolah
PERPROPEL IX GNP
PERPROPER IX Gsl
PROGRAMTAHUNAN2012-2013
PETA KELAS X1
KARTU IZIN KONSELING KLPK
Daftar hadir
JADWAL BIMBINGAN
kerangka-pikir-pemberdayaan-bimbingan-dan-konseling-dalam-implementasi-kurikulum-2013
optimalisasi-peran-dan-fungsi-bimbingan-dan-konseling-dalam-kurikulum-2013
peran-profesi-bimbingan-dan-konseling-dalam-implementasi-kurikulum-2013
Read More

Teknik dalam Bimbingan Klasikal

23.43  bimbingan/layanan/konseling  No comments

Teknik dalam Bimbingan Klasikal

 




1. Home room program
Yaitu suatu program kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar guru dapat mengenal murid-muridnya lebih baik, sehingga dapat membantunya secara efisien. Kegiatan ini dilakukan dalam kelas dalam bentuk pertemuan antara guru dengan murid diluar jam-jam pelajaran untuk membicarakan beberapa hal yang dianggap perlu. Dalam program home room ini hendaknya diciptakan suatu situasi yang bebas dan menyenangkan, sehingga murid-murid dapat mengutarakan perasaannya seperti dirumah. Dalam kesempatan ini diadakan Tanya jawab, merencanakan suatu kegiatan, menampung pendapat,dsb. Dalam contoh digambarkan guru merencanakan peninjauan keproyek jalan raya. Murid-murid diberikan kebebasan untuk berbicara, bertanya dan mengajukan usul.
2. Karyawisata (field trip)
Karyawisata atau field trip selain berfungsi sebagai kegiatan rekreasi atau metode mengajar, dapat pula berfungsi sebagai salah satu tehnik dalam bimbingan kelompok. Dengan berkaryawisata murid mendapat kesempatan meninjau objek-objek yang menarik dan mereka mendapat informasi yang lebih baik dari objek itu. Disamping itu murid-murid mendapat kesempatan untuk memperoleh penyesuaian dalam kehidupan kelompok, misalnya dalam berorganisasi, kerja sama, rasa tanggungjawab, percaya pada diri sendiri. Juga dapat mengembangkan bakat dan cita-cita yang ada.
Dalam contoh seorang anak dapat kesempatan untuk mengembangkan kesenangannya dan bakatnya dalam peninjauan keproyek jalan raya. Ia dapat menunjukkan kemampuannya kepada teman-temannya dan mengembalikan harga dirinya.
3. Diskusi kelompok
Diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana murid-murid akanmendapat kesempatan untuk memecahkan masalah bersama-sama. Setiap murid dapat menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan suaru masalah.
Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa tanggungjawab dan harga diri. Masalah yang mungkin dapat diduskusikan antara lain:
- pembagian kerja dalam suatu kegiatan kelompok
- perencanaan suatu kegiatan
- masalah-masalah pekerjaan
- masalah belajar
- masalah penggunaan waktu senggang
- masalah persahabatan, keluarga dsb.
4. Kegiatan kelompok
Kegiatan kelompok merupakan tehnik yang baik dalam bimbingan, karena kelompok memberikan kesempatan kepada individu untuk berpatisipasi dengan sebaik-baiknya. Banyak kegiatan tertentu yang lebih berhasil jika dilakukan dalam kelompok. Untuk mengembangkan bakat-bakat dan menyalurkan dorongan-dorongan. Juga dapat menembangkan tanggungjawab. Tehnik sosiometri dapat banyak menolong dalam pembentukan kelompok.
5. Keorganisasian
Keorganisasian baik dalam lingkungan pendidikan maupun dilingkungan masyarakat. Melalui organisasi ini banyak masalah individual maupun kelompok dapa diseleseikan. Dalam organisasi murid mendapat kesempatan untuk belajar mengenal berbagai aspek kehdupan social. Mengaktipkan murid dalam mengembangkan bakat kepemimpinan disamping memupuk rasa tanggungjawab dan harga diri.
6) Sosiodrama
Sosiodrama dipergunakan sebagai suatu tehnik didalam memecahkan masalah-masalah social dengan melalui kegiatan bermain peranan. Di dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari suatu masalah social.
Dalam kesempatan itu individu akan menghayati secara langsung situai masalah yang dihadapinya. Dari pementasan itu kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalahnya.
7. Psikodrama
Jika sosiodrama merupakan tehnik memecahkan masalah social, maka psikodrama adalah tehnik untuk memecahkan masalah-masalah psychis yang dialami oleh individu. Dengan memerankan suatu peranan tertentu, konflik atau ketegangan yang ada dalam dirinya dapat dikurangi atau dihindari. Kepada sekelompok murid dikemukakan suatu cerita yang didalamnya tergambarkan adanya ketegangan psyshis yang dialami individu. Kemudian murid-muri d diminta untuk memainkan dimuka kelas. Bagi murid yang mengalami ketegangan, permainan dalam peranan itu dapat mengurangi ketegangannya.
8. Remedial teaching
Remedial teaching atau oengajaran remedial yaitu bentuk pengajaran yang diberikan seorang murid untuk membantu memecahkan kesulitan belajar yang dihadapinya. Remedial ini mungkin berbentuk bermacam-macam seperti penambahan pelajaran, pengulangan kembali, latihan-latihan, penekanan aspek-aspek tertentu, tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan belajar yang dialami murid. Tehnik remedial ini dilakukan setelah diadakan diagnose terhadap kesulitan yang dialami murid.
Read More

Sabtu, 21 April 2012

Ha-Na-Ca-Ra-Ka

07.35  arti kata, bahasa jawa soal, bimbingan, bimbingan praktek dklien dan konselor, bimbingan/layanan/konseling, jawa dwipa, kultur, PENDIDIKAN, pengertian  No comments

Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada “utusan” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasad manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan).

Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data (saatnya dipanggil) ” tidak boleh sawala ” (mengelak) manusia dengan segala atributnya harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.

Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup (Khalik) dengan yang diberi hidup (makhluk). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok, tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan.
Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan,sekedar menang atau menang tidak sportif.

Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

MAKNA HURUF
Ha :Hana hurip wening suci= Adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci.
Na :Nur candra, gaib candra, warsitaning candara= Pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi.
Ca :Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi= Arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
Ra :Rasaingsun handulusih = Rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
Ka :Karsaningsun memayuhayuning bawana = Hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam
Da :D umadining dzat kang tanpa winangenan = Menerima hidup apa adanya
Ta :Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa = Mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
Sa :Sifat ingsun handulu sifatullah= Membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
Wa :Wujud hana tan kena kinira = Ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
La :Lir handaya paseban jati = Mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
Pa :P apan kang tanpa kiblat = Hakekat Allah yang ada disegala arah
Dha :D huwur wekasane endek wiwitane = Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
Ja :Jumbuhing kawula lan Gusti = Selalu berusaha menyatu, memahami sifat dan kehendak- Nya
Ya :Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi = Percaya dan Yakin atas titah / kodrat Illahi
Nya :Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki = Memahami kodrat kehidupan
Ma :Madep mantep manembah mring Ilahi = Yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
Ga :Guru sejati sing muruki = Belajar pada guru nurani
Ba :Bayu sejati kang andalani = Menyelaraskan diri pada gerak alam
Tha :Tukul saka niat = Sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niat yang suci
Nga :Ngracut busananing manungso = Melepaskan egoisme pribadi manusia.

Adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci – pengharapan manusia hanya
selalu ke sinar Illahi – satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani – hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam – menerima hidup apa adanya – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi – Hakekat Allah yang ada disegala arah – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar – selalu berusaha menyatu, memahami sifat dan kehendak Nya a€“ percaya dan yakin atas titah / kodrat Illahi – memahami kodrat kehidupan – yakin / mantap dalam menyembah Ilahi – belajar pada guru nurani – menyelaraskan diri pada gerak alam – sesuatu harus dimulai – tumbuh dari niat yang suci – melepaskan egoisme pribadi manusia

Hanacaraka atau dikenal dengan nama caraka adalah abjad / alat tulis yang digunakan oleh suku Jawa (juga Madura, Sunda, Bali, Palembang, dan Sasak). Aksara Jawa bila diamati lebih lanjut memiliki sifat silabik (kesukukataan). Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili 2 buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “hari”. Aksara Na yang mewakili dua huruf yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “nabi”.A Beberapa buah aksara itu bisa digabungkan secara langsung untuk membentuk sebuah kata. Bila diucapkan, susunan aksara tersebut dapat membentuk kalimat:

Hana Caraka (Terdapat Pengawal);
Data Sawala (Berbeda Pendapat);
Padha Jayanya (Sama kuat/hebatnya);
Maga Bathanga (Keduanya mati).

Aksara Jawa, merupakan salah satu peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Bentuk aksara dan seni pembuatannya pun menjadi suatu peninggalan yang patut untuk dilestarikan. Tak hanya di Jawa, aksara Jawa ini rupanya juga digunakan di daerah Sunda dan Bali, walau memang ada sedikit perbedaan dalam penulisannya. Namun sebenarnya aksara yang digunakan sama saja. Demikian kurang lebih arti dan makna yang tekandung dalam Filsafat aksara jawa.

Read More

Jumat, 20 April 2012

Pengertian Pembelajaran

22.21  bimbingan, bimbingan praktek dklien dan konselor, bimbingan/layanan/konseling, BLOGGER, PENDIDIKAN  No comments
Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi. Menurut Wikipedia, pengertian pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pengertian pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Hal ini didasarkan berbagai pendapat tentang makna tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional.

Magner (1962) mendefinisikan tujuan pembelajaran sebagai tujuan perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik sesuaikompetensi. Sedangkan Dejnozka dan Kavel (1981) mendefinisikan tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan spefisik yang dinyatakan dalam bentuk perilaku yang diwujudkan dalam bentuk tulisan yangmenggambarkan hasil belajar yang diharapkan.

Pengertian lain menyebutkan bahwa, tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh peserta didik pada akhir priode pembelajaran (Slavin, 1994). Tujuan pembelajaran merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku kompetensi spesifik, aktual, dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.
Penyusunan Tujuan Pembelajaran

Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. Dari tahap inilah ditentukan apa dan bagaimana harus melakukan tahap lainnya. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Tanpa tujuan yang jelas, pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah, tanpa fokus, dan menjadi tidak efektif.

Read more: Pengertian Pembelajaran >> Tujuan Pembelajaran | belajarpsikologi.com

Read More

Pengertian RemajaRemaja

22.16  bimbingan, bimbingan praktek dklien dan konselor, bimbingan/layanan/konseling  No comments
Pengertian RemajaRemaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.

Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan pengertian remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23) adalah:

masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.
Pengertian Remaja

Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa adolescene diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.

Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir. Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006: 192)

Definisi remaja yang dipaparkan oleh Sri Rumini & Siti Sundari, Zakiah Darajat, dan Santrock tersebut menggambarkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12-22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis.

Read more: Pengertian Remaja Menurut Para Ahli | belajarpsikologi.com




Read More
22.11  bimbingan, bimbingan praktek dklien dan konselor, bimbingan/layanan/konseling, PENDIDIKAN, PSIKOLOGI  No comments
Istilah personality berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.

Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
Pengertian Kepribadian (Personality)

Sedangkan personality menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.

Allport juga mendefinisikan personality sebagai susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan. Sistem psikofisik yang dimaksud Allport meliputi kebiasaan, sikap, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat psikologis tetapi mempunyai dasar fisik dalam kelenjar, saraf, dan keadaan fisik anak secara umum.

Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain.

Read more: KEPRIBADIAN >> Pengertian Kepribadian | belajarpsikologi.com



Read More

Minggu, 04 Maret 2012

FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

21.56  bimbingan/layanan/konseling  No comments
FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH



I. Pendahuluan

Apabila kita memasuki suatu perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapih di rak buku,rak majalah, maupun rak-rak bahan pustaka lain.
Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan.
Pertanyaan yang timbul pada diri kita adala apakah setiap jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara sistematis boleh disebut perpustakaan? Atau dengan kata lain, apakah sebenarnya perpustakaan itu?
Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Anda dapat mempelajari beberapa pengertian perpustakaan seperti di bawah ini :
• Menurut kamus “ The Oxford English Dictionary”,kata “library” atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “ suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.
• Pengertian perpustakaan ini pada abad ke-19 berkembang menjadi “ suatu gedung,ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik,dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.
• Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan yang tinggi, bukan sekadar suatu gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
• Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “ pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan “.
• Dalam pengertiannya yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.

Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademka sekolah yang bersangkutan.

II. FUNGSI PERPUSTAKAAN

Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka. Bahan pustaka yang dimaksud merupakan hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.
Dalam pengertian perpustakaan yang mutakhir ini juga tersirat fungsi perpustakaan pada umunya, yaitu sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Namun secara khusus,setiap jenis perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing ,yang berbeda antara yang satu dan lainnya. Fungsi Perpustakaan Nasional RI berbeda dengan fungsi Perpustakaan Umum,fungsi Perpustakan Daerah berbeda dengan Perpustakaan Sekolah,fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi berbeda dengan fungsi Perpustakaan Khusus/Dinas. Karenanya berbeda-beda, maka masing-msing perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pula yang harus dicapai oleh masing-masing jenis perpustakaan.
Marilah sekarang kita tinjau satu-persatu fungsi-fungsi perpustakaan menurut jenisnya.

Perpustakaan Nasional RI, menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989,pasal 3 ,menyelenggarakan fungsi :
a.membantu Presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai pengmbangan,pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.
b. melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjadsama antara badan/lembaga termsuk perpustakaan didalam maupun diluar negeri
c. melaksanakan pembinaan atas semua ejnis perpustakaan di instansi/lembaga pemerintah maupun swasta yang ada dipusat ataupun didaerah
d. melaksanakan pengumpulan,penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam dan luar negeri
e. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan danpelestarian bahan pustaka
f. melaksanakan penyusunan naskah bibliografi nasional dan katalog induk nasional
g. malaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek,abstrak dan penyususnan perangkat lumak bibiliografi.
h. melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah
j. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden

1. Fungsi Perpustakaan Daerah

Disamping,Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organaisasi dilingkungan Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah , menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/Org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi :
a. mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perustakaan di daerah.
b. melaksanakan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah
c. melaksanakan pengeumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka
d. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka
e. melaksanakan penyususnan dan penerbitan bibliobgrafi daerah dan katalog induk daerah
f. melaksanakan penyususnan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek, abstrak dan direktori
g. melaksanakan jasa informasi dan rujukan (referensi)
h. melaksanakan kerja sama antar perpustakaan di daerah
i. melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah
j. melaksanakan urusan ketatausahaan

2. Fungsi Perpustakaan Umum dan Keliling

Perpustakaan Umum baik yang berada di Daerah Tingkat II (Ibukota Kabupaten/Kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 1988 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 1988, mempunyai fungsi :
a. menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi
b. memelihara danmelestarikan bahan pustaka dan informasi
c. mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informsi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat

Perpustakaan Keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada hakikatnya fungsi Perpustakaan Keliling sama dengan Perpustakaan Umum . Perpustakaan Keliling merupakan kepanjangan layanan Peprustakaan Umum.

3. Fungsi Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidiknan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai :
a. Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah
b. Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.
c. Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)
Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi pepustakaan bersangkutan.


III. ASPEK-ASPEK PEMBINAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

1. Aspek Status, Ogranisasi dan Manajemen

Sampai saar ini status beberap jenis perpustakaan ,seperti perpustakaan khusus,perpustakaan sekolah, perpustakaan perpguruan tinggi dan lain-lain, belum jelas, khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya, berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karena itu status beberapa jenis perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan Daerah (eselon II) dan Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).
Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga organisasi perpustkaan dalam Undang-undang Perpustakaan yang akan datang dapat disusun meliputi:
1. Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)
2. Petugas tata usaha perpustakaan ( unusur pembantu pimpinan)
3. Unsur pelaksana yang terdiri atas:
a) Petugas pengadaan/pengolahan baha pustaka
b) Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)
c) Petugas penyuluhan/pemasyarakatan
d) Petugas penelitian dan pengembangan

Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi perencanaan,pengorganisasian,penggerakan , dan pengawasan (POAC= Planning, Organization,Actuating dan Controlling)
Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggungakan prinsip-prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS atau Mangement By Objectives (MBO).

2. Aspek Ketenagaan

Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemempuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan yang tepat, yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan koleksi bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini teruta

IV.PENUTUP

Perpustakaan Sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dikatakan juga bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada lembaga itu.
Sedangkan fungsi utamanya yaitu sebagai pusat sumber belajar,pusat sumber informasi dan pusat bacaan rekreasi dan pengisi waktu senggang. Untuk selanjutnya perpustakaan itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat (Long Life Education)




Daftar Pustaka

MUJITO, Pembinaan Minat Baca, Jakarta : Universitas Terbuka,1993
MARTOATMOJO,Karmidi. Manajemen Perpustakaan Khusus. Jakarta: Universitas Terbuka, 1997
----------------------------------. Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka, 1993
SULISTYO,Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan: Universitas Terbuka, 1993
Read More

Tujuan dan Peran Perpustakaan

21.56  bimbingan/layanan/konseling  No comments
Tujuan dan Peran Perpustakaan

Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.

Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.

Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
Peran Perpustakaan

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, trekait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[1]
Tujuan perpustakaan

Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka: a. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan; b. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik; c. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik; d. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia; e. Dapat meningkatkan tarap kehidupan seharihari dan lapangan pekerjaannya; f. Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa; g. Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.[2]
Read More

Fungsi Penelitian dalam Teknologi Pendidikan

21.46  bimbingan/layanan/konseling  No comments

Konsep teknologi pendidikan mencakup dua aspek, aspek teoretik dan aspek praktek. Pemahaman terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap aspek teoretik dan aspek praktek teknologi pendidikan memerlukan konstruksi pengetahuan secara berkelanjutan melalui kegiatan melakukan penelitian dan merefleksikan kegiatan praktek artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dinyatakan dalam istilah “studi”. Artinya dalam pengertian studi ini tercakup kegiatan-kegiatan pengumpulan informasi dan analisis di luar konsepsi penelitian tradisional. Konsep studi ini dimaksudkan untuk memasukkan baik penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif serta bentuk disciplined inquiry lain, seperti: pengembangan teori, analisis filsafati, investigasi historis, projek-projek pengembangan, analisis kegagalan, analisis sistem, dan evaluasi. Penelitian secara tradisional telah menghasilkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru dan proses-proses evaluatif artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang telah membantu memperbaiki praktek. Penelitian dapat dilakukan berdasarkan berbagai jenis konstruk metodologi begitu juga berdasarkan beberapa konstruk teoretik.
Penelitian dalam teknologi pendidikan telah berkembang dari upaya untuk “membuktikan” bahwa konstruk-konstruk media dan teknologi merupakan piranti belajar artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang efektif menuju kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada penyelidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang diciptakan untuk mendeskripsikan dan merinci pelaksanaan proses-proses artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sesuai serta teknologi-teknologi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dapat dimanfaatkan untuk mempelajari masalah belajar. Dalam penelian teknologi pendidikan terbaru penting artinya menggunakan lingkungan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang otentik serta memperhatikan suara para pelaku praktek teknologi pembelajaran dan suara para peneliti. Melekat dalam konsep penelitian artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah prosesnya artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang terjadi secara berulang-ulang. Penelitian teknologi pendidikan berupaya memecahkan masalah melalaui menyelidiki solusi-solusintya. Usaha tersebut mengarah p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada praktek baru, masalah baru, dan pertanyaan baru. Tentu saja ide tentang praktek artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang reflektif dan penyelidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dilandasi dengan lingkungan otentik merupakan perspektif artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang bernilai dalam penelitian. Pelaksana artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang reflektif memperhatikan masalah-masalah artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada dalam lingkungannya (misalnya masalah belajar p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada siswa-siswanya) dan berupaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mengubah praktek artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dilandasi dengan hasil penelitian maupun pengalaman profesional. Refleksi dalam proses ini mengarah p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada perubahan-perubahan dalam solusi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan upaya lebih jauh untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah dalam lingkungan. Semuanya ini merupakan proses praktek/refleksi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berulang artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dapat menuju p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada perbaikan praktek.
Ruang masalah penyelidikan baru kerapkali ditentukan oleh membanjirnya teknologi-teknologi baru dalam praktek-praktek pendidikan. Sejarah teknologi pembelajaran telah mencatat banyak program-program pendidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang diprakarsai untuk merespon teknologi baru untuk menyelidiki rancangan, pengembangan, pemanfaatan dan pengelolaannya artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang terbaik. Akan tetapi, akhir-akhir ini program-program penyelidikan dalam teknologi pendidikan telah dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perubahan dalam posisi teoretik utama dalam teori belajar, pengelolaan informasi dan bidang-bidang lain artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berhubungan. Sebagai contoh, pandangan teoretik teori-teori kognitif dan konstruktivistik telah mengubah penekanan dalam bidang tersebut dari mengajar ke belajar. Perhatian kearah perspektif, preferensi pebelajar dan kepemilikan dalam proses pembelajaran telah berkembang. Perubahan teoretik ini telah mengubah secara dramatik orientasi dalam bidang ini dari suatu bidang studi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang digerakkan oleh rancangan pembelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang akan disampaikan dalam berbagai bentuk format (teknologi atau strategi) menuju kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada suatu bidang artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang ingin menciptakan lingkungan belajar dimana pebelajar dapat melakukan eksplorasi – sering dibantu sistem pendukung elektronik – agar bisa sampai p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada suatu pemahaman artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang bermakna. Penekanan dalam penelitian telah berubah kearah mengamati partisipasi aktif pebelajar dan pembangunan jalan mereka sendiri ke arah belajar. Singkat kata, perhatian bergerak meninggalkan rancangan rutin pembelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang telah ditetapkan lebih dahulu menuju kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada perancangan lingkungan untk memudahkan belajar.
Prof. Dr. I Wayan Ardhana, MA - Guru Besar Teknologi Pendidikan UM

Artikel ini disalin dari : http://blog.tp.ac.id/fungsi-penelitian-dalam-teknologi-pendidikan#ixzz1oDbaXRG5
Read More

Minat Baca Dan Ketersedian Sumber Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pelajaran

21.36  bimbingan/layanan/konseling  No comments
Pengaruh Minat Baca Dan Ketersedian Sumber Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pelajaran Ekonomi
ABSTRAKNursamola, Awalina Afri. 2010. Pengaruh Minat Baca Dan Ketersedian Sumber Belajar Terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap Prestasi Belajar Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X SMAN 5. Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I ): Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W., S.E.A.k, M.P, Pembimbing (II) : Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec.
Pesatnya perkembangan jaman artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang semakin modern menuntut artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adanya sumber daya manusia artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Maka pemerintahan Indonesia p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada saat ini menitik beratkan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pembangunan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang diarahkan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pendidikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang menunjang kehidupan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang masa mendatang. Untuk mengh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adapi era globalisasi maka sumber daya manusia artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berkualitas sangatlah penting. Oleh karena itu pentingnya dunia pendidikan dalam era globalisasi perlu diperhatikan agar lebih memacu mereka untuk belajar. Selain itu pendidikan merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang tertuang dalam UUD 1945 ( artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sudah diamandemen) pasal 31 ayat 4 artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berbunyi “negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari pendapatan daerah untuk memenuhi kebituhan penyelenggaraan nasional”.
Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkankondisi minat baca siswa kelas X p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang. Mengungkapkan kondisi ketersediaan sumber belajar kelas X p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang. Mengungkapkan kondisi prestasi belajar kelas X p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pelajaran ekonomi di SMA Negeri 5 Malang dan menganalisis pengaruh antara minat baca dengan ketersediaan sumber belajar terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang.
Dari hasil pembahasan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara parsial, artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh minat baca terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar siswa di SMAN 5 Malang. karena menunjukan t hitung = 9,115 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < , (5%), hal ini berarti bahwa variabel minat baca mempunyai pengaruh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang signifikan terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar belajar. Secara parsial, artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh ketersediaan sumber belajar terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar siswa SMAN 5 Malang. karena t hitung = 4, 974. dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,000 < , (5%). Dengan ini menunjukan bahwa artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang signifikan terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar. Secara simultan, artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar siswa. Karena diperoleh nilai Fhitung sebesar 103,416 dan F tabel 3,104 dengan signifikansi 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi F lebih kecil dari (0,05). Berarti artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengaruh minat baca dan ketersediaan sumber belajar terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap prestasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas maka peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai berikut: Bagi Guru, hendaknya guru sering untuk memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan dan lebih mengembangkan latihan tersebut sehingga memungkinkan siswa untuk lebih banyak membaca dari berbagai sumber atau literatur buku dalam usaha untuk meningkatkan prestasi belajar para siswa. Bagi Sekolah, Diharapakan dalam peng artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adaan sumber belajar disekolah hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa terutama untuk proses belajar mengajar.

Artikel ini disalin dari : http://blog.tp.ac.id/pengaruh-minat-baca-dan-ketersedian-sumber-belajar-terhadap-prestasi-belajar-pelajaran-ekonomi#ixzz1oDZA1cKs
Read More

Minggu, 05 Februari 2012

tugas perkembangan remajaTugas Perkembangan Remaja

06.36  bimbingan/layanan/konseling  No comments
tugas perkembangan remajaTugas Perkembangan Remaja Havigrust (dalam Muhammad Ali, 2008: 171) mendefinisikan tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu periode tertentu dari kehidupan individu dan jika berhasil akan menimbulkan fase bahagia dan membawa keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya. Akan tetapi kalau gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. Tugas perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meningkatkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa. Adapun tugas-tugas perkembangan remaja menurut Hurlock (dalam Muhammad Ali, 2008 : 10) adalah : Tugas Perkembangan Remaja Mampu menerima keadaan fisiknya; Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa; Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis; Mencapai kemandirian emosional; Mencapai kemandirian ekonomi; Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat; Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua; Mengembangkan perilaku tanggung jawab social yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa; Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan; Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga. Hal senada diungkapkan oleh Zulkifli (2005: 76) tentang tugas perkembangan remaja adalah : Bergaul dengan teman sebaya dari kedua jenis kelamin Mencapai peranan social sebagai pria atau wanita Menerima keadaan fisik sendiri Memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan Memilih pasangan dan mempersiapkan diri untuk berkeluarga Berdasarkan pendapat tersebut maka peneliti menyimpulkan bahwa tugas-tugas perkembangan remaja adalah sikap dan perilaku dirinya sendiri dalam menyikapi lingkungan di sekitarnya. Perubahan yang terjadi pada fisik maupun psikologisnya menuntut anak untuk dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan dan tantangan hidup yang ada dihadapannya. Read more: http://belajarpsikologi.com/tugas-perkembangan-remaja/#ixzz1lWBs9R2t
Read More

faktor yang mempegaruhi harga diri

06.32  bimbingan/layanan/konseling  No comments
Faktor yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak relistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis. Sedangkan menurut Dariuszky (2004) yang menghambat perkembangan harga diri adalah : Perasaan takut , yaitu kekhawatiran atau ketakutan (fear). Dalam kehidupan sehari-hari individu harus menempatkan diri di tengah-tengah realita. Ada yang menghadapi fakta-fakta kehidupan dengan penuh kebenaran, akan tetapi ada juga yang menghadapinya dengan perasaan tidak berdaya. Ini adalah tanggapan negatif terhadap diri, sehingga sekitarnya pun merupakan sesuatu yang negatif bagi dirinya. Tanggapan ini menjadikan individu selalu hidup dalam ketakutan yang akan mempengaruhi seluruh alam perasaannya sehingga terjadi keguncangan dalam keseimbangan kepribadian, yaitu suatu keadaan emosi yang labil. Maka dalam keadaan tersebut individu tidak berpikir secara wajar, jalan pikirannya palsu, dan segala sesuatu yang diluar diri yang dipersepsikan secara salah. Dengan demikian tindakan-tindakannya menjadi tidak adekuat sebab diarahkan untuk kekurangan dirinya. Keadaan ini lama kelamaan tidak dapat dipertahankan lagi, yang akhirnya akan menimbulkan kecemasan, sehingga jelaslah bahwa keadaan ini akan berpengaruh pada perkembangan harga dirinya. Perasaan salah yang pertama dimiliki oleh individu yang mempunyai pegangan hidup berdasarkan kesadaran dan keyakinan diri, atau dengan kata lain individu sendiri telah menentukan criteria mengenai mana yang baik dan buruk bagi dirinya Perasaan salah yang kedua adalah merasa salah terhadap ketakutan, seperti umpamanya orangtua. Keadaan ini kemudian terlihat dalam bentuk kecemasan yang merupakan unsur penghambat bagi perkembangan kepercayaan akan diri sendiri.
Read More

Perkembangan Psikososial Masa Dewasa Akhir

06.31  bimbingan/layanan/konseling  No comments
Perkembangan Psikososial Masa Dewasa Akhir. Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen. Menurut Erikson, perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas. 1. Perkembangan Keintiman Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan memperhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. Orang-orang yang tidak dapat menjalin hubungan intim dengan orang lainakan terisolasi. Menurut Erikson, pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh orang yang memasuki masa dewasa akhir. 2. Perkembangan Generatif Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial ketujuh yang dialami individu selama masa pertengahan masa dewasa. Ketika seseorang mendekati usia dewasa akhir, pandangan mereka mengenai jarak kehidupan cenderung berubah. Mereka tidak lagi memandang kehidupan dalam pengertian waktu masa anak-anak, seperti cara anak muda memandang kehidupan, tetapi mereka mulai memikirkan mengenai tahun yang tersisa untuk hidup. Pada masa ini, banyak orang yang membangun kembali kehidupan mereka dalam pengertian prioritas, menentukan apa yang penting untuk dilakukan dalam waktu yang masih tersisa. 3. Perkembangan Integritas Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial Erikson yang terakhir. Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, orang-orang, produk-produk dan ide-ide, serta setelah berhasil melakukan penyesuaian diri dengan bebrbagai keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya. Lawan dari integritas adalah keputusan tertentu dalam menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individu, terhadap kondisi-kondisi sosial dan historis, ditambah dengan kefanaan hidup menjelang kematian. Tahap integritas ini ini dimulai kira-kira usia sekitar 65 tahun, dimana orang-orang yang tengah berada pada usia itu sering disebut sebagai usia tua atau orang usia lanjut. Usia ini banyak menimbulkan masalah baru dalam kehidupan seseorang. Meskipun masih banyak waktu luang yang dapat dinikmati, namun karena penurunan fisik atau penyakit yang melemahkan telah membatasi kegiatan dan membuat orang tidak menrasa berdaya. Terdapat beberapa tekanan yang membuat orang usia tua ini menarik diri dari keterlibatan sosial: (1) ketika masa pensiun tiba dan lingkungan berubah, orang mungkin lepas dari peran dan aktifitas selama ini; (2) penyakit dan menurunnya kemampuan fisik dan mental, membuat ia terlalu memikirkan diri sendiri secara berlebihan; (3) orang-orang yang lebih muda disekitarnya cenderung menjauh darinya; dan (4) pada saat kematian semakin mendekat, oran ingin seperti ingin membuang semua hal yang bagi dirinya tidak bermanfaat lagi. Read more: http://belajarpsikologi.com/perkembangan-psikososial-masa-dewasa-akhir/#ixzz1lWAhUCuQ
Read More

tahapan perkembangan kognitif pada anak

06.28  bimbingan/layanan/konseling  No comments
Seorang ahli Psikologi mengungkapkan ada beberapa tahapan perkembangan kognitif pada anak, diantaranya adalah: 1. Stadium sensori-motorik (0-18 atau 24 bulan) Piaget berpendapat bahwa dalam perkembangan kognitif selama stadium sensori motorik ini, inteligensi anak baru nampak dalam bentuk aktivitas motorik sebagai reaksi simulasi sensorik. Dalam stadium ini yang penting adalah tindakan konkrit dan bukan tindakan imaginer atau hanya dibayangan saja. Piaget menamakan proses ini sebagai proses desentrasi, artinya anak dapat memandang dirinya sendiri dan lingkungan sebagai dua entitas yang berbeda. Sebelum usia 18 bulan, anak belum mengenal object permanence. Artinya, benda apapun yang tidak ia lihat, tidak ia sentuh, atau tidak ia dengar dianggap tidak ada meskipun sesungguhnya benda itu ada. Dalam rentang 18 – 24 bulan barulah kemampuan object permanence anak tersebut muncul secara bertahap dan sistematis. 2. Stadium pra-operasional (18 bulan—7 tahun) Stadium pra-operasional dimulai dengan penguasaan bahasa yang sistematis, permainan simbolis, imitasi (tidak langsung) serta bayangan dalam mental. Semua proses ini menunjukkan bahwa anak sudah mampu untuk melakukan tingkah laku simbolis. Anak sudah memiliki penguasaan sempurna tentang object permanence. Artinya, anak tersebut sudah memiliki kesadaran akan tetap eksisnya suatu benda yang harus ada atau biasa ada, walaupun benda tersebut sudah ia tinggalkan atau sudah tak dilihat, didengar atau disentuh lagi. Jadi, pandangan terhadap eksistensi benda tersebut berbeda dengan pandangan pada periode sensori motor, yakni tidak bergantung lagi pada pengamatannya belaka. Pada periode ditandai oleh adanya egosentris serta pada periode ini memungkinkan anak untuk mengembangkan diferred-imitation, insight learning dan kemampuan berbahasa, dengan menggunakan kata-kata yang benar serta mampu mengekspresikan kalimat-kalimat pendek tetapi efektif. Berpikir pra-operasional masih sangat egosentris. Anak belum mampu (secara perseptual, emosional-motivational, dan konsepsual) untuk mengambil perspektif orang lain. Cara berpikir pra-operasional sangat memusat (centralized). Bila anak dikonfrontasi dengan situasi yang multi-dimensional, maka ia akan memusatkan perhatiannya hanya pada satu dimensi saja dan mengabaikan dimensi-dimensi yang lain dan akhirnya juga mengabaikan hubungannya antara dimensi-dimensi ini. Berpikir pra-operasional adalah tidak dapat dibalik (irreversable). Anak belum mampu untuk meniadakan suatu tindakan dengan memikirkan tindakan tersebut dalam arah yang sebaliknya. Berpikir pra-operasional adalah terarah statis. Bila situasi A beralih ke situasi B, maka anak hanya memperhatikan situasi A, kemudian B. Ia tidak memperhatikan transformasi perpindahannya A ke B. Berpikir pra-operasional adalah transductive (pemikiran yang meloncat-loncat). Tidak dapat melakukan pekerjaan secara berurutan . Dari total perintah hanya satu/ beberapa yang dapat dilakukan. Berpikir pra-operasional adalah imaginatif, yaitu menempatkan suatu objek tidak berdasarkan realitas tetapi hanya yang ada dalam pikirannya saja. 3. Stadium operasional konkrit (7—11 tahun) Cara berpikir anak yang operasional konkrit kurang egosentris. Ditandai oleh desentrasi yang besar, artinya anak sekarang misalnya sudah mampu untuk memperhatikan lebih dari satu dimensi sekaligus dan juga untuk menghubungkan dimensi-dimensi ini satu sama lain. Anak sekarang juga memperhatikan aspek dinamisnya dalam perubahan situasi. Akhirnya ia juga sudah mampu untuk mengerti operasi logis dari reversibilitas. Pada dasarnya perkembangan kognitif anak ditinjau dari karakteristiknya sudah sama dengan kemampuan kognitif orang dewasa. Namun masih ada keterbatasan kapasitas dalam mengkoordinasikan pemikirannya. Pada periode ini anak baru mampu berfikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang konkret. Ada juga kekurangan dalam cara berpikir operasional konkrit. Yaitu anak mampu untuk melakukan aktivitas logis tertentu tetapi hanya dalam situasi yang konkrit. Dengan kata lain, bila anak dihadapkan dengan suatu masalah (misalnya masalah klasifikasi) secara verbal, yaitu tanpa adanya bahan yang konkrit, maka ia belum mampu untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik. 4. Stadium operasional formal (mulai 11 tahun) Pada periode ini seorang remaja telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif yaitu : Kapasitas menggunakan hipotesis; kemampuan berfikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang dia respons dan kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak. Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak; kemampuan untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak secara luas dan mendalam. Sifat deduktif-hipotetis: Dalam menghadapi masalah, anak akan menganalisis masalahnya dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang mungkin ada. Atas dasar analisisnya ini, ia lalu membuat suatu strategi penyelesaian. Maka dari itulah berpikir operasional formal juga disebut berpikir proporsional. Berpikir operasional formal juga berpikir kombinatoris. Berpikir operasional formal memungkinkan orang untuk mempunyai tingkah laku problem solving yang betul-betul ilmiah, serta memungkinkan untuk mengadakan pengujian hipotesis dengan variabel-variabel tergantung. Dengan menggunakan hasil pengukuran tes inteligensi yang mencakup General Information and Verbal Analogies, Jones dan Conrad (Loree dalam Abin Syamsuddin M, 2001) menunjukkan bahwa laju perkembangan inteligensi berlangsung sangat pesat sampai masa remaja, setelah itu kepesatannya berangsur menurun. Puncak perkembangan pada umumnya tercapai di penghujung masa remaja akhir. Perubahan-perubahan amat tipis sampai usia 50 tahun, dan setelah itu terjadi plateau (mapan) sampai dengan usia 60 tahun selanjutnya berangsur menurun. Rujukan : kaskus.us dan Akhmad Sudrajat
Read More

engertian Harga Diri (Self Esteem)

06.25  bimbingan/layanan/konseling  No comments
engertian Harga Diri (Self Esteem) Stuart dan Sundeen (1991), mengatakan bahwa harga diri (self esteem) adalah penilaian individu terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya. Dapat diartikan bahwa harga diri menggambarkan sejauhmana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memeiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten. Sedangkan menurut Gilmore (dalam Akhmad Sudrajad) mengemukakan bahwa: “….self esteem is a personal judgement of worthiness that is a personal that is expressed in attitude the individual holds toward himself. Pendapat ini menerangkan bahwa harga diri merupakan penilaian individu terhadap kehormatan dirinya, yang diekspresikan melalui sikap terhadap dirinya. Sementara itu, Buss (1973) memberikan pengertian harga diri (self esteem) sebagai penilaian individu terhadap dirinya sendiri, yang sifatnya implisit dan tidak diverbalisasikan. Arti Harga Diri (Self Esteem) Menurut pendapat beberapa ahli tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa harga diri (self esteem) adalah penilaian individu terhadap kehormatan diri, melalui sikap terhadap dirinya sendiri yang sifatnya implisit dan tidak diverbalisasikan dan menggambarkan sejauh mana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memeiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten. Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri (self esteem) adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, 1999). Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri. Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain, aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain. Gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan, mengkritik diri sendiri, penurunan produktivitas, destruktif yang diarahkan pada orang lain, perasaan tidak mampu, mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial. Orang tua dan guru memiliki tanggung jawab besar untuk dapat memenuhi kebutuhan harga diri anak (siswanya), melalui pemberian kasih sayang yang tulus sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dan sehat, yang didalamnya terkandung perasaan harga diri yang stabil dan mantap. Disinilah, tampak arti penting peran orang tua dan guru sebagai fasiltator. Akhmad Sudrajad mengatakan bahwa pentingnya pemenuhan kebutuhan harga diri individu, khususnya pada kalangan remaja, terkait erat dengan dampak negatif jika mereka tidak memiliki harga diri yang mantap. Mereka akan mengalami kesulitan dalam menampilkan perilaku sosialnya, merasa inferior dan canggung. Namun apabila kebutuhan harga diri mereka dapat terpenuhi secara memadai, kemungkinan mereka akan memperoleh sukses dalam menampilkan perilaku sosialnya, tampil dengan kayakinan diri (self-confidence) dan merasa memiliki nilai dalam lingkungan sosialnya (Jordan et. al. 1979) Read more: http://belajarpsikologi.com/pengertian-harga-diri/#ixzz1lW99mzky
Read More

Bimbingan Kelompok ada beberapa macam

06.22  bimbingan/layanan/konseling  No comments
entuk-Bentuk Bimbingan Kelompok ada beberapa macam. Macam-macam Bimbingan Kelompok ini dapat digunakan pada situasi dan permasalahan tersendiri. Konselor harus dapat menilai dan melihat keadaan kliennya dan dapat menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok dengan pas dan terarah. Beberapa jenis metode bimbingan kelompok menurut Tohirin (2007: 290 yaitu: Program Home Room Program ini dilakukan dilakukan di luar jam perlajaran dengan menciptakan kondisi sekolah atau kelas seperti di rumah sehingga tercipta kondisi yang bebas dan menyenangkan. Dengan kondisi tersebut siswa dapat mengutarakan perasaannya seperti di rumah sehingga timbul suasana keakraban. Tujuan utama program ini adalah agar guru dapat mengenal siswanya secara lebih dekat sehingga dapat membantunya secara efsien. Karyawisata Karyawisata dilaksanakan dengan mengunjungi dan mengadakan peninjauan pada objek-objek yang menarik yang berkaitan dengan pelajaran tertentu. Mereka mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Hal ini akan mendorong aktivitas penyesuaian diri, kerjasama, tanggung jawab, kepercayaan diri serta mengembangkan bakat dan cita-cita. Diskusi kelompok Diskusi kelompok merupakan suatu cara di mana siswa memperoleh kesempatan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Setiap siswa memperoleh kesempatan untuk mengemukakan pikirannya masing-masing dalam memecahkan suatu masalah. Dalam memlakukan diskusi siswa diberi peran-peran tertentuseperti pemimpin diskusi dan notulis dan siswa lain menjadi peserta atau anggota. Dengan demikian akan timbul rasa tanggung jawab dan harga diri. Kegiatan Kelompok Kegiatan kelompok dapat menjadi suatu teknik yang baik dalam bimbingan, karena kelompok dapat memberikan kesempatan pada individu (para siswa) untuk berpartisipasi secara baik. Banyak kegiatan tertentu yang lebih berhasil apabila dilakukan secara kelompok. Melalui kegiatan kelompok dapat mengembangkan bakat dan menyalurkan dorongan-dorongan tertentu dan siswa dapat menyumbangkan pemikirannya. Dengan demikian muncul tanggung jawab dan rasa percaya diri. Organisasi Siswa Organisasi siswa khususnya di lingkungan sekolah dan madrasah dapat menjadi salah satu teknik dalam bimbingan kelompok. melalui organisasi siswa banyak masalah-masalah siswa yang baik sifatnya individual maupun kelompok dapat dipecahkan. Melalui organisasi siswa, para siswa memperoleh kesempatan mengenal berbagai aspek kehidupan sosial. Mengaktifkan siswa dalam organisasi siswa dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan memupuk rasa tanggung jawab serta harga diri siswa. Sosiodrama Sosiodrama dapat digunakan sebagai salah satu cara bimbingan kelompok. sosiodrama merupakan suatu cara membantu memecahkan masalah siswa melalui drama. Masalah yang didramakan adalah masalah-masalah sosial. Metode ini dilakukan melalui kegiatan bermain peran. Dalam sosiodrama, individu akan memerankan suatu peran tertentu dari situasi masalah sosial. Pemecahan masalah individu diperoleh melalui penghayatan peran tentang situasi masalah yang dihadapinya. Dari pementasan peran tersebut kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalah. Psikodrama Hampir sama dengan sosiodrama. Psikodrama adalah upaya pemecahan masalah melalui drama. Bedanya adalah masalah yang didramakan. Dalam sosiodrama masalah yang diangkat adalah masalah sosial, akan tetapi pada psikodrama yang didramakan adalah masalah psikis yang dialami individu. Pengajaran Remedial Pengajaran remedial (remedial teaching) merupakan suatu bentuk pembelajaran yang diberikan kepada seorang atau beberapa orang siswa untuk membantu kesulitan belajar yang dihadapinya. Pengajaran remedial merupakan salah satu teknik pemberian bimbingan yang dapat dilakukan secara individu maupun kelompok tergantung kesulitan belajar yang dihadapi ole Read more: http://belajarpsikologi.com/bentuk-bentuk-bimbingan-kelompok-2/#ixzz1lW8St5R4
Read More
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Social Profiles

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail
  • Popular
  • Tags
  • Blog Archives
  • bermain sambil belajar
    The Importance of Play In Children’s Learning . Play is the language of children and is crucial to their development. Childrenof guiding a...
  • Materi Bimbingan Konseling Kelas X, XI, XII SMA/MA/SMK (Power Point)
    Materi Bimbingan Konseling Kelas X, XI, XII SMA/MA/SMK (Power Point)  ini merupakan file terbaru yang akan saya bagikan pada kesempatan kal...
  • Kecantikan Wanita Terdapat Pada Cara Dia Memandang Dunia
    Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yan...
  • Format Daftar Cek Masalah (DCM) Pribadi/ Sosial BK
    Format Daftar Cek Masalah (DCM) Pribadi/ Sosial BK SD, SMP, SMA, SMK  ini merupakan file terbaru yang akan saya bagikan pada kesempatan kal...
  • MENULIS MAKALAH DAN LAPORAN
    MENULIS MAKALAH DAN LAPORAN I. Pendahuluan Banyak mata kuliah yang dipelajari pada berbagai universitas mensyaratkan Anda untuk menulis ...
  • BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan berpikir dan kesadaran manusia akan diri dan dunianya, telah mendorong terjadinya globalisasi. Situasi global membuat kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia untuk mencapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berfikir, meningkatkan kemampuan, dan tidak puas terhadap apa yang dicapainya pada saat ini. Adapun dampak negatif dari globalisasi tersebut adalah (1) keresahan hidup di kalangan masyarakat yang semakin meningkat karena banyaknya konflik, stress, kecemasan, dan frustasi; (2) adanya kecenderungan pelanggaran disiplin, kolusi, dan korupsi, makin sulit diterapkannya ukuran baik-jahat serta benar-salah secara lugas; (3) adanya ambisi kelompok yang dapat menimbulkan konflik, tidak saja konflik psikis, tetapi juga konflik fisik; dan (4) pelarian dari masalah melalui jalan pintas yang bersifat sementara juga adiktif, seperi penggunaan obat-obat terlarang. Carl R. Rogers mengembangkan terapi client-cendered sebagai reaksi terhadap apa yang disebutkannya keterbatasan-keterbatasan mendasar dari psikoanalisis. Pada hakikatnya, pendekatan client-cendered adalah cabang khusus dari terapi humanistik yang menggarisbawahi tindakan mengalami klien berikutnya dunia subjektif dan fenomenalnya. Terapis berfungsi terutama sebagai penunjang pertumbuhan pribadi kliennya dengan jalan membantu kliennya itu dalam menemukan kesanggupan-kesanggupan untuk memecahkan masalah-masalah. Pendekatan client-centered manaruh kepercayaan yang besar pada kesanggupan klien unyuk mengikuti jalan terapi dan menemukan arahnya sendiri. Hubungan terapeutik antara terapis dan klien merupakan katalisator bagi perubahan; klien menggunakan hubungan yang unik sebagai alat unuk meningkatkan kesadaran dan untuk menemukan sumber-sumber terpendam yang bisa digunakan secara konstruktif dalam pengubahan hidupnya. B. Rumusan Masalah Untuk memfokuskan isi pembahasan dalam makalah ini, maka dibuatlah sebuah rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan bimbingan dan konseling? 2. Apa yang dimaksud dengan client centered counseling? C. Tujuan Penulisan Adapun yang menjadi tujuan dari penyusunan makalah ini adalah: 1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan Konseling Anak Berkebutuhan Khusus 2. Mengetahui konsep dasar bimbingan dan konseling 3. Mengetahui lebih dalam teori-teori konseling khususnya client centered counseling D. Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah metode kepustakaan dengan telaah pada buku-buku aau sumber lain yang dapat dijadikan sumber atau referensi serta memiliki ketersambungan atau keterkaitan materi dengan kajian atau pokok bahasan dalam makalah ini. E. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan pembacadalam menganalisa atau menelaah makalah ini, maka penyusun menyajikan sebuah gambaran isi menenai pokok-pokok pembahasan makalah ini melalui sisematika penulisan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan D. Metode Penulisan E. Sistematika Penulisan BAB II KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING A. Pengertian Bimbingan dan Konseling B. Tujuan, Fungsi, Asas dan Prinsip Bimbingan dan konseling C. Klasifikasi Bimbingan dan Konseling D. Teori-teori Bimbingan dan Konseling BAB III CLIENT CENTERED CONSELING A. Konsep Dasar Client Centered Counseling B. Ciri-ciri Client Centered Counseling C. Tujuan Client Centered Counseling D. Proses dan Prosedur Client Centered Counseling E. Kritik dan Kontribusi Client Centered Counseling BAB IV ANALISIS TEORI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN LUAR BIASA BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan berpikir dan kesadaran manusia akan diri dan dunianya, telah mendorong terjadinya glo...
  • proses pembelajaran dikelas
    Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak - anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi ,perke...
  • Perangkat BK SMA Kelas X, XI, XII
    Perangkat BK SMA Kelas X, XI, XII Lengkap  ini merupakan file terbaru yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini secara gratis. Dalam ...
  • Teori Gestalt
    eiring dengan Kohler dan Koffka, Max Wertheimer merupakan salah satu pendukung utama Teori Gestalt yang menekankan tingkat tinggi proses ko...
  • SMK PLUS QURROTA A'YUN DALAM GAMBAR
    SMK Plus Qurrota A'yun dalam Gambar
infopaytren.com

Labels

Administrasi BK (1) Al-Ghazali (1) Allah (1) arti kata (1) Artikel Pendidikan (4) bahasa jawa soal (1) Berita Pendidikan (3) bimbingan (5) bimbingan praktek dklien dan konselor (6) bimbingan/layanan/konseling (35) BLOGGER (2) cerita (21) cerita cinta (1) cerita inspiratif (2) cinta (13) cinta islami (1) dongeng (1) edit foto (2) GOOGLE (1) http://www.cpnsonline.com/?arjo" (1) Ihya 'Ulumuddin (1) Imam Ghazali (1) Indonesia konselor (7) inspirasi (16) inspirasi cinta (4) Islam (1) islamic motivation (9) jawa dwipa (1) Kahlil Gibran (1) kasih sayang (2) kata bijak (6) kata hikmah (3) kata mutiara (3) kisah (17) kisah cinta (2) kisah inspiratif (5) kisah islami (4) kultur (1) Kurikulum dan Pembelajaran (2) makna kata (1) motivasi (27) motivasi cinta (4) Motivasi Entrepreneur (1) motivator (3) nasehat bijak (3) Opini (1) PENDIDIKAN (10) Pendidikan Indonesia (2) pengertian (1) pepatah (1) pikiran (2) Proses Pembelajaran (1) PSIKOLOGI (6) Psikologi Perkembangan (2) quote (9) qwerty (1) Religion and Spirituality (1) renungan (10) Tentang Wanita (2) Teori Pendidikan (2) terjemahan (1) TUTORIAL (2) Untuk Mu Guru (2) waduhhhhhhh copy paste (1)

Pengikut

 
  • Blogger news

  • Blogroll

  • About

  • Mengenai Saya

    Foto saya
    BK smk plus qurrota a'yun
    garut, jawa barat, Indonesia
    Care and Share
    Lihat profil lengkapku
Copyright © Media BK Online SMK qa | Powered by Blogger
Design by FThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes
Microsoft Exchange Hosting